Rabu, 07 November 2018 - 05:31:35 WIB
Ayo Kita Berantas Kekerasan Pada Anak dan Perempuan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 31 kali

Mediajambi.com- Saat ini tingginya kekerasan pada anak, bukan saja pelakunya orang dari luar namun banyak pelakunya orang dalam keluarga kita sendiri, seperti perlakuan sexsual dan perlakuan lainnya.

Melalui peringatan Gebyar Hari Anak Nasional yang diadakan Tingkat Kota Jambi, Selasa (6/11) di Griya Rumah Dinas Walikota Jambi.

Dikatakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, saya sangat bangga sekali bisa merayakan hari anak nasional dengan anak- anak di Kota Jambi dan pejabat di Kota Jambi, Jambi merupakan kota yang telah menerima penghargaan pratama tentang hak- hak anak,perlindungan anak dan tumbuh kembang anak, walaupun ada PR yang besar kedepannya karena masih ada 24 indikator namun saya mengharapkan agar kota Jambi bisa memperoleh penghargaan yang lebih lagi.

" Mari kita lindungi anak kita, saat ini yang masih menonjol masalah kekerasan dalam hal pelecehan sexsual oleh karena itu, mari  kita bersama memberantasnya, baik itu dari unsur TNI,Kepolisian, tokoh adat dan agama begitu juga media, agar ada efek jera saya menghimbau agar berilah hukum seberat- beratnya bagi pelaku pelecehan terhadap anak- anak," himbau Yohana. 

Dijelaskan Plh Walikota Jambi Ir Budidaya, ya untuk peringatan Hari Anak Nasional kali ini,dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise serta rombongan, ini merupakan suatu kebangaan bagi Pemkot Jambi, dimana pada peringatannya tadi tampak ibu menteri sangat gembira beryanyi dengan anak- anak dan selain itu juga ibu menteri mengajak anak- anak agar bisa mengikuti peringatan hari anak di Jakarta tahun depan.

" Untuk saat ini di Kota Jambi, pelecehan terhadap anak- anak sudah turun dibanding tahun lalu, dimana untuk tahun ini ada 70 kasus dikarenakan  masyarakat Jambi sudah berani untuk pelapor dan pelopor, namun kita juga berharap kepada ketua RT dan masyarakat lainnya untuk perduli dengan masalah ini," jelas Budidaya. ( Yen)