Rabu, 07 November 2018 - 11:15:50 WIB
Pestival Pekan Harmoni Kenduri Sko Kota Sungai Penuh Dimulai
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 49 kali

Mediajambi.com -  Kenduri sko merupakan satu-satunya perhelatan akbar secara adat yang telah dilaksanakan semenjak dahulu kala hingga sekarang ini.Upacara adat ini tumbuh dan berkembang pada lembah cekungan perbukitan di Dataran Tinggi Jambi atau Puncak Andalas yaitu Kota Sungai Penuh.

Tradisi tersebut merupakan salah satu kebudayaan proto-Melayu yang masih berkembang dan berjejak sampai saat sekarang di wilayah ini.

Terlepas dari adanya pergeseran makna dan nilai pelaksaan Kenduri Sko di era modern dan golbal ini, setiap wilayah dan atau persekutuan adat di Kota Sungai Penuh masih melaksanakan kenduri ini dengan kemasan tradisional yang sesuai dengan adat di lamo pusako usang. "Setiap persekutuan adat atau tiap-tiap wilayah di Kota Sungai Penuh memiliki perbedaan dalam melaksanakan kenduri sko tersebut, sekalipun perbedaan tersebut tidak signifikan," Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kota Sungai Penuh Zulwachdi pada pembukaan pekan harmoni Kenduri Sko di Lapangan Merdeka, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya perbedaan tersebut terlihat dari adanya perbedaan dari beberapa rangkaian acara baik istilah penyebutannya maupun pelaksanaannya, akan tetapi maksud dan tujuannya sama hanya saja berbeda melafazdkan dan tata cara pelaksanaanya yang disesuaikan dengan ico pakai masing-masing persekutuan adat.

Dijelaskannyaengertian  Istilah Kenduri Sko lazim juga disebut dengan Kenduri Pusako (Pusaka).Kedua istilah ini pada dasarnya sama sama benar, karena kedua acara ini dilaksanakan secara bersamaan yang terangkum dalam acara Kenduri Sko atau Pusako. Kata "sko" mengandung makna yang berkaitan dengan garis keturunan dari pihak ibu yang lazim disebut khalifah yang dijunjung dan waris yang dijawab yaitu gelar adat yang disandangkan kepada anak laki-laki si perempuan yang diturunkan dari mamaknya atau saudara laki-laki dari si perempuan tersebut.

Sedangkan, kata "pusaka" berarti apa-apa yang diterima atau barang-barang berupa harta benda peninggalan nenek moyang atau sesepuh persekutuan adat tersebut pada masa lampau.

Lazimnya benda-benda tersebut berupa keris, gong pedang, tombak, surat bercap dan celak beserta piagam. Benda-benda tersebut, disimpan di rumah anak batino.

Benda Pusaka yang tersimpan di rumah gedang (luhah atau kalbu). Selain itu, terdapat juga pusaka yang ditinggalkan berupa tanah yang di ico (diolah, digarap dan dihuni) selama ini. Dengan demikian, kenduri sko dalam adat Alam Kerinci (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci) dapat diartikan sebagai acara pengukuhan gelar adat (depati, rio, mangku, datuk.

Walikota Sungai Penuh A Syafri Jaya Bakri mengatakan Festival Kenduri Sko yang terangkum dalam kegiatan Pekan Harmoni Budaya ini mampu membangkitkan batang terendam, pelstarian kearifan lokal dan pemulihan peradaban menuju pemajuan kebudayaan dan pengembangan pariwisata serta harmoni. 

"Disamping itu, saya berharap dengan terlaksanakannya festival ini dapat menjadikan Festival Kenduri Sko yang berskala event nasional tentunya dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan," ujarnya.

Acara ini juga mendukung destinasi wisata dan Kota Sungai Penuh telah mendapat beberapa sertifikat warisan budaya tak benda. Dengan demikian Sungai Penuh harus berpacu guna menarik wisatawan. "Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena para pemangku adat secara antusias memeriahkan kenduri sko ini," ucapnya.(mas)