Rabu, 07 November 2018 - 11:40:45 WIB
Pakan Harmoni Kenduri Sko Diharapkan Jadi Evan Nasional
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 45 kali

Mediajambi.com - Walikota Sungai Penuh A Syafri Jaya Bakri berharap pestival harmoni kenduri Sko Sungai penuh  even nasional. Hal ini diungkapkannya pada pembukaan pekan harmoni Kenduri Sko, di halaman Lapangan Merdeka Sungai Penuh, Rabu (7/11/'2018).

Acara yang dibuka Direktur kepercayaan terhadap tuhan dan tradisi dihadiri seluruh pengurus adat yang terdiri dari Depati dan Nenek mamak. Ditandai dengan Pemukulan gong.

Walikota Sungai Penuh A Syafri Jaya Bakri mengatakan Festival Kenduri Sko yang terangkum dalam kegiatan Pekan Harmoni Budaya ini mampu membangkitkan batang terendam, pelstarian kearifan lokal dan pemulihan peradaban menuju pemajuan kebudayaan dan pengembangan pariwisata serta harmoni. 

"Disamping itu, saya berharap dengan terlaksanakannya festival ini dapat menjadikan Festival Kenduri Sko yang berskala event nasional tentunya dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan," ujarnya.

Acara ini juga mendukung destinasi wisata dan Kota Sungai Penuh telah mendapat beberapa sertifikat warisan budaya tak benda. Dengan demikian Sungai Penuh harus berpacu guna menarik wisatawan. "Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena para pemangku adat secara antusias memeriahkan kenduri sko ini," ucapnya.

Dikatakannya "sko" mengandung makna yang berkaitan dengan garis keturunan dari pihak ibu yang lazim disebut khalifah yang dijunjung dan waris yang dijawab yaitu gelar adat yang disandangkan kepada anak laki-laki si perempuan yang diturunkan dari mamaknya atau saudara laki-laki dari si perempuan tersebut.

Sedangkan, kata "pusaka" berarti apa-apa yang diterima atau barang-barang berupa harta benda peninggalan nenek moyang atau sesepuh persekutuan adat tersebut pada masa lampau.

Lazimnya benda-benda tersebut berupa keris, gong pedang, tombak, surat bercap dan celak beserta piagam. 

Benda-benda tersebut, disimpan di rumah anak batino. Selain itu, terdapat juga pusaka yang ditinggalkan berupa tanah yang di ico (diolah, digarap dan dihuni) selama ini. 

Dengan demikian, kenduri sko dalam adat Alam Kerinci (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci) dapat diartikan sebagai acara pengukuhan gelar adat (depati, rio, mangku, datuk.

Kenduri sko juga telah memperoleh sertifikat non benda dari Kementerian Pariwisata.(mas)