Sabtu, 17 November 2018 - 09:51:20 WIB
TMMD ke 103, Wujudkan Mimpi Warga Sungai Ayam
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 46 kali

Mediajambi.com - Tak pernah terbayangkan bagi warga bakal memiliki sumber dan menikmati air bersih. Selama puluhan tahun hanya mengandalkan air hujan untuk keperluan rumah tangga, itulah yang dihadapi warga yang tinggal di pesisir pantai timur, Sumatera ini.

Dusun Sungai Ayam, Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi merupakan wilayah teritorial Kodim 0419/Tanjung Jabung. Wilayah ini menjadi sasaran kegiatan Tantera Manunggal Masuk Desa (TMM) ke 103 tahun 2018.

“Selama puluhan tahun, kami hanya menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga. Tidak pernah terlintas dibenak kami akan ada  sumber air bersih. Warga kini telah dapat menikmati air bersih yang bersumber dari dua unit sumur bor yang dibangun Satgas TMMD 103, Kodim 0419/Tanjab, dengan kavasitas 2.000 liter/jam,” ujar Kepala Dusun Sungai Ayam H Hasan Basri, kepada Mediajambi.com saat disambangi beberapa waktu lalu.

Dusun Sungai Ayam merupakan satu dari sekian banyak daerah terisolir dan tertinggal yang ada di Provinsi Jambi. Untuk mencapai dusun butuh waktu sekitar tiga jam dari Muaro Sabak, Ibukota Tanjung Jabung Timur. Sedangkan untuk mencapai Dusun Sungai Ayam butuh waktu satu jam perjalan menggunakan perahu pompong menyisiri bibir pantai. “Dusun Sungai Ayam dekat dipandang jauh untuk dilalui,” jelas H Hasan.

Dikatakannya, jika ada jalan darat jarak dari Dusun Sungai Ayam ke Desa Sinar Kalimantan hanya empat kilometer dan tinggal menyeberang menggunakan perahu dengan ongkos Rp 2.000/orang sudah sampai ke Ibukota Kecamatan Mendahara Ilir. Namun sampai saat ini belum ada jalan tembus, jadi terpaksa harus naik perahu pompong dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalan, dengan ongkos sebesar Rp 100.000/orang.

Menurutnya, warga Sungai Ayam mengucapkan terima kasih kepada Satgas TMMD ke 103 tahun 2018. Pasalnya selain membangun dua unit sumur bor, juga membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer, membedah 6 rumah yang tidak layak huni, penebalan tanggul penanggulangan banjir di SD Negeri 64/X Sungai Ayam, membuat lapangan badminton  dan banyak lagi kegiatan non fisik yang telah dirasakan warga.  

Memang diakuinya waktu sebulan untuk membangun belum cukup, apalagi wilayah ini sangat terisolir. Masih terdapat kekurangan disana-sini, namun setidaknya dengan adanya kegiatan TMMD ini memotoivasi warga untuk saling mendukung dan bergotong royong.

Saat mimintai tanggapannya terhadap keberadaan Satgas TMMD ditengah tengah warga. Awalnya dia beranggapan kehadiran anggota TNI identik dengan "mesin tempur" disiapkan menjalani peperangan dan sangat garang. Ditambah postur tubuh rata rata tegap membuat sungkan warga.

Namun kesan itu sirna begitu satgas TMMD bersentuhan langsung dengan masyakat. Ditambah para anggota satgas tidur di rumah warga, sehingga proses "peleburan" menjadi lebih cepat. Setelah berhari hari bergaul serta saling mengenal, warga bisa menyaksikan dan merasakan langsung sentuhan sisi humanis para anggota TNI.

Prihatin seorang janda satu dari enam rumah yang dibedah Satgas TMMD ke 103 juga mengucapkan terima kasih. Pasalnya dia juga tak menyangka rumahnya yang bocor disana-sini bakal dibedah. “Saya terharu dan mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak tentara yang telah membedah rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya rumah yang terbuat dari papan usianya sudah puluhan tahun. Sejak suaminya meninggal rumahnya belum pernah diperbaiki. Jadi ketika hujan atap seng yang sudah lapuk bocor. “Kami sangat merindukan kembali bapak-bapak tentara,” ujarnya.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0419/Tanjung Jabung, Letkol Inf M Arry Yudistira, mengatakan untuk sasaran fisik seluruhnya telah mencapai 100% diantaranya pembukaan jalan baru dari Dusun Sungai Ayam, Desa Pangkal Duri menuju Desa Sinar Kalimantan Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur sepanjang 2.550 Meter dengan lebar 6 Meter, Pembuatan sumur bor sebanyak 2 Unit, Rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 6 Unit, Perbaikan lapangan Badminton, Penebalan tanggul sekolah SDN 64/X Sungai Ayam, dan Pembuatan tempat penyaringan air bersih sumur bor sebanyak 1 Unit.

Sementara untuk sasaran non fisik, dilakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan mental spiritual atau kejuangan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat, melalui penyuluhan kesehatan hewan ternak, Pemberantasan Hama Kumbang, penyuluhan budidaya tanaman perkebunan, penyuluhan tentang Kamtibmas, penyuluhan pemanfaatan pekarangan rumah, penyuluhan dan sosialisasi pengolahan persampahan, penyuluhan tentang himbauan larangan alat tangkap ramah lingkungan dan himbauan larangan penangkapan ikan dengan strum dan putas, penyuluhan farentik suatu program yang diberikan kepada orang tua murid paud, penyuluhan program sertifikasi tanah, ceramah agama, penyuluhan 4 pilar kebangsaan, sosialisasi penanganan Karhutla, penyuluhan pemasangan instalasi serta sosialisasi sensus penduduk Tahun 2020.

“Untuk kegiatan baksos dilakukan Pelayanan KB, pengobatan gratis dan khitanan massal, pemberian paket Sembako, serta olahraga bersama masyarakat, lomba photography TMMD Ke-103 Tanjab, dan kegiatan Mendahara Got Talent,” ujar Dandim.

Kasad Jendral TNI Mulyono dalam sambutan yang dibacakan Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Dany Budiyanto menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil karena berkat kerja keras dan kesungguhan dari semua unsur, kegiatan TMMD ke-103 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar sesuai yang telah direncanakan sebelumnya.

Pada TMMD ke-103 tahun 2018 program TMMD yang telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-103 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat secara nasional telah melaksanakan pembangunan infrastruktur pedesaan, berupa pembukaan 52 km lebih jalan baru, serta peningkatan badan jalan dengan panjang total 326 km. Selain itu, dilaksanakan juga pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah-rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat.

Selain itu juga terdapat sasaran non-fisik berupa penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara.

Di samping sasaran fisik dan non-fisik tersebut, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI. “Karena itulah, bagi prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ini saya wajibkan untuk tidur dan makan di rumah masyarakat, dengan memanfaatkan ULP prajurit yang diberikan oleh Komando Atas,” ujar Kasat.(maas, mediajambi.com)