Senin, 26 November 2018 - 08:43:55 WIB
Porprov XXII/2018 Termurah di Dunia Berakhir
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Olahraga - Dibaca: 164 kali

Media Jambi.com - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXII yang digelar sejak 18 November, Minggu malam (25/11) berakhir. Even ini dikatakan sebagai Porprov termurah di dunia yang ditutup Sekda Provinsi Jambi, HM Dianto ditandai dengan penurunan bendera Porprov, bertempat di Stadion Tri Lomba Juang KONI Provinsi Jambi.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PB Porprov yang juga Ketua Umum Koni Provinsi Jambi H Indra Armendaris saat acara penutupan. Menurutnya even sekelas Porprov yang diikuti 31 cabang olahraga hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp2,3 miliar. Porprov XXII diikuti 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi dan keluar sebagai juara umum yakni kontingen Kota Jambi dengan meraih 171 emas, 90 perak dan 94 perunggu. Berada diurutan ke dua Batanghari 63 emas, 72 perak dan 83 perunggu dan urutan ketiga kontingen Kabupaten Bungo 52 emas, 69 perak dan 89 perunggu.  “Ini even olahraga termurah di dunia,” ujarnya yang mendapat tepuk tangan dari seluruh kontingen yang hadir.

Dijelaskannya, walau dengan anggaran minim, namun event Porprov XXII/2018 berlangsung sukses bahkan tanpa cacat. Walau ada riak-riak itu hal biasa.  “Karena tak ada gading yang tak retak, kalau tak retak bukan gading namanya,” ujar Indra.

Bahkan kata Indra venue-venue yang dimiliki cabor juga kurang representatif. Hanya sebagian kecil cabor yang memiliki venue. “Contoh Cabor Dayung yang menyumbang 4 keping medali pada Asean Games 2018 tidak memiliki tempat berlatih dan peralatan yang sangat minim,” jelasnya.

Selanjutnya, Indra juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Jambi melakukan renovasi Stadion Tri Lomba Juang yang dianggap tidak layak lagi. Begitu juga dengan venue-venue untuk cabor. Hal ini disebabkan minimnya anggaran untuk olahraga di Provinsi Jambi. Bahkan untuk tahun 2019 mendatang dana hibah untuk KONI Provinsi Jambi hanya Rp 10 miliar pada APBD murni.

Untuk diketahui diambil-alihnya kegiatan Porprov XXII/2018 oleh Koni Provinsi Jambi setelah tuan rumah bersama Kabupaten Bungo dan Tebo mengundurkan diri sebagai tuan rumah.

Bahkan kegiatan even olahraga tingkat Provinsi Jambi ini sempat tertunda. Hal ini disebabkan pengajuan dana hibah untuk Koni Provinsi Jambi dalam APBD Murni 2018 belum ditandatangani mantan Pelaksana Tugas Sekda Provinsi Jambi H Erwan Malik keburu tertangkap OTT oleh KPK pada bulan Desember 2017 lalu.

Barulah pada APBD Perubahan disetujui dan dicairkan beberapa hari menjelang even olahraga akbar tingkat Provinsi Jambi akan dibuka.

Menanggapi hal ini Sekda Provinsi Jambi HM Dianto mengatakan Pemprov Jambi awalnya hanya membantu biaya Porprov yang diadakan oleh kabupaten/kota. Sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya, sesuai rencana awal.

Namun demikian kata Sekda anggaran yang dimiliki Pemprov terbatas dan tidak dapat memenuhi semua permintaan. Untuk itu dia berharap kepada Pengurus Koni mengajak pihak swasta untuk memajukan olahraga di Provinsi Jambi. “Jadi Koni besar bukan dari dana hibah dari Pemprov Jambi. Jika mengandalkan dana hibah olahraga Jambi dalam 10 tahun ke depan tidak bakal maju,” kilahnya.

Dikatakan, besarnya Koni dan hebatnya olahraga harus ada campur tangan pihak swasta. Tidak hanya mengandalkan pemerintah semata. “Saya berharap siapapun pengurus Koni ke depan harus bisa merubah cara berpikir dan tidak mengandalkan dana hibah dari Pemda semata. Jika ingin olahraga di Provinsi Jambi berkembang,” ujarnya.

Untuk membesarkan olahraga di daerah harus ada sponsorship dari pihak swasta. “Belajarlah pada provinsi tetangga yang bisa hidup tanpa peran pemerintah daerah,” tutupnya.(mas)