Rabu, 05 Desember 2018 - 12:27:10 WIB
Ada Sebanyak 19 Titik Genangan Air di Kota Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 22 kali

Mediajambi.com - Saat ini ada 19 titik genangan air di kota Jambi. Untuk menanggapi itu Pemerintah kota Jambi sudah menyiapkan persiapan penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk penanganan jangka pendek, pihaknya sudah menyiapkan tenda  pengungsian, ambulans, obat obatan, serta makanan.

Sementara saat ini penanganan jangka  panjang harus di rembukan dengan semua pihak yang terkait. Misalnya berkoordinasi dengan dinas PU kota Jambi dan PU Muarajambi, BWSS, serta dinas PU provinsi Jambi. Hal  ini disampaikan wakil walikota Jambi Maulana saat  meninjau banjir di kelurahan kenali besar kecamatan Alam Barajo, Selasa (4/12).

Menurutnya banjir yang kerap terjadi karena adanya penyempitan saluran air.  Sehingga debit air yang masuk tidak lagi mampu menampung, dan meluap hingga kerumah warga.

"Artinya kita tetap sigap dan serius dalam menangani banjir di kota Jambi," katanya.

Bahkan  kayaknya sudah menginstruksikan camat dan lurah  untuk melaksanakan Gotongroyong guna membersikan sampah plastik dan pendangkalan. "Jika memang dibutuhkan alat berat untuk pendangkalan maka akan  kita turunkan Alat berat untuk membersihkannya," ujarnya.

 Pihaknya juga meminta agar masyarakat membuat pola Pembuangan sampah yang sesuai dengan waktu yang ditentukan. "Jangan sampai buang sampah ke dalam Drainase hingga menyebabkan kebuntuan dan saya berharap masyarakat membantu dalam mengurangi dampak dan akibat banjir ini," katanya.

 Menurutnya saat ini kondisi yang paling rawan terjadi banjir yaitu di daerah kenali besar kecamatan alam Barajo karena di sini posisinya rendah dan Drainase yang kecil. "Juga banyak kiriman air dari perumahan lain," katanya.

Bahkan akibat banjir yang melanda perumahan Kembar Lestari RT 56 keluarga Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo, Selasa (4/10). Mengakibatkan aktifitas  belajar mengajar di  SDN 222/IV terhenti untuk sementara.

Tampak  ruang kelas  tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.  Dikarenakan banjir yang terjadi saat malam hari hingga pukul 02.00 dini hari.

Sehingga  ratusan siswa yang ada di SD Negeri 222/IV harus diliburkan sementara. Hanya guru yang datang kesekolah untuk membersihkan ruang belajar serta ruang guru yang terendam banjir.

Menurut Fauzi Kamal seorang guru SDN 222/IV semua mobiler sekolah terendam banjir, termasuk dengan buku-buku yang ada di perpustakaan. Padahal buku tersebut baru saja diperoleh dari Pemerintah.

Sehingga terlihat ratusan buku-buku tersebut basah dan juga seperti tak bisa digunakan lagi.

"Ya mau diapakan lagi namanya juga sudah musibah," katanya.

Dirinya juga berterimakasih kepada pemerintah dan dinas pendidikan kota Jambi yang sudah mengarahkan tugas dari pemadam kebakaran dan penyelamatan bencana untuk membantu membersihkan ruang kelas dan sekolah.

"Kalau sudah bersih besok kita akan mulai lagi kegiatan belajar mengajar," katanya.

Akibat hujan deras yang melanda kota Jambi sekitar pukul 20.00, Senin malam (3/12). Menyebabkan banjir di beberapa titik di wilayah kota Jambi.

Salah satu banjir terjadi di Perumahan kembar lestari RT. 56 kelurahan kenali Besar kecamatan Alam Barajo.sari I dan II  280 Kartu keluarga dan 90 lebih perumahan.

Menurut Santi seorang warga sekitar yang rumahnya terendam banjir sekitar pukul 08.00 hingga pukul 02.00 pagi. Banjir yang terjadi langsung merendam rumah warga hingga seleher orang dewasa. Sehingga saat banjir warga langsung di evakuasi ke tenda pengungsian.

Bahkan menurutnya saat banjir ia tidak bisa lagi menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangganya. "Semuanya langsung terendam banjir, perabotan semua hancur. cuma atap saja yang tidak terendam," katanya.

Meskipun demikian dirinya tidak ingin untuk pindah rumah. Karena ia hanya memiliki rumah disana. Katanya sudah 10  tahun dirinya tinggal di sana, namun setiap  hujan selalu banjir. "Mau dijual juga tidak ada yang mau beli," katanya

Selain itu, Rudi warga sekitar juga berharap agar  agar Pemerintah segera memperbaiki drainade yang ada di sekitar perumahan. Karena dianggap drainase  tersebut tidak mampu lagi menampung debit air yang keluar saat hujan turun.

"Liat saja drainasenya itu kecil, mana bisa menampung debit air yang keluar saat turun hujan. Kita maunya dibuatkan tanggul dan ada juga daerah resapan air, supaya tidak banjir lagi," katanya.

Dikatakan Kalapas Jambi Yusra, " hujan yang terjadi malam itu merupakan hujan yang terbesar dari pada yang lalu, sehingga ada tujuh  blok yang kebanjiran dan terendam sehingga para penghuninya telah kita evakuasi di tempat lain, rencananya akan direlokasi ke pondok meja pall 12, saat ini ada 1.300 penghuni lp dan untuk tempat yang terendam ada 700 orang napi," jelas Yusra. (Yen)