Kamis, 06 Desember 2018 - 08:21:17 WIB
Pedagang Pasar Angso Duo Dilarang Jualan Lewat Jam 18.00 wib
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 23 kali

Mediajambi.com- Pemerintah Kota Jambi menggelar rapat bersama dengen PT EBN dan Pemprov Jambi terkait aktivitas di Pasar Angso Duo Baru. Hasilnya ada beberapa kesekapatan yang telah ditetapkan.

Asisten II Sekda Kota Jambi Erwansyah, mengatakan rapat yang digelar di ruang pola tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Diantaranya sudah disepakati bahwa operasional di Angso Duo Baru dimulai dari pukul 04.00 subuh hingga 18.00 sore. Diluar itu tidak boleh ada aktivitas sama sekali.

Selanjutnya untuk parkir dan kebersihan serta limbah di Pasar Angso Duo, PT EBN diminta bekerjasama dengan tim teknis Pemkot Jambi. Sehingga sampah bisa dibuang di kawasan TPA Talang Gulo dan tidak diperkenankan untuk menggunakan pihak ketiga dalam pengangkutan sampah.

Selanjutnya tidak diperbolehkan lagi ada pedagang yang berjualan seperti PKL. Bahwa semua pedagang harus masuk dan berjaulan di Pasar Angso Duo Baru. Selanjutnya Pasar Angso Duo Lama akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sehingga tidak diperkenankan bagi PT EBN untuk melaksanakan pembangunan di kawasan tersebut. “Selanjutunya antara security PT EBN dan petugas dari Pemkot Jambi agar bisa bekerjasama dengan baik. Baik dalam menjaga keamanan maupun lalu lintas sekitar pasar,”ujarnya.

Dikatakannya bahwa aktivitas malam hanya boleh dilaksanakan di pasar Induk Talang Gulo. “Ini sudah menjadi keputusan bersama yang harus sama sama disepakati,”jelasnya.

Kepala Disperindag Kota Jambi Komari, mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah menjadi keputusan bersama. Jika tidak dilaksanakan dengan baik, maka Pemkot akan memberi sanksi. “Sudah kesepakatan bersama didalam rapat. Bahwa tidak boleh ada aktivitas malam disana. Kalau masih, akan ada sanksi dan kita lakukan pemantauan,”bebernya.

Kepala Pengelola Pasar Angso Duo Baru M. Purnomo Sidi, yang mewakili PT EBN hasil rapat akan dirembuk bersama para pedagang. Sebab ada ribuan pedagang yang harus diberi sosialisasi mengenai hal tersebut. “Pedagang kita ada sekitar 3400an. Tentunya harus kita rembuk bersama. Hingga saat ini sejak awal buka, pedagang masih berjualan 24 jam disana. Namun kita akan tetap mengikuti beraturan yang berlalu, bagaimana nanti dilapangan, akan kita lihat nanti,”jelasnya. (Yen)