Selasa, 18 Desember 2018 - 18:50:03 WIB
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 sebesar 4,6 - 5 Persen
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 52 kali

Mediajambi.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi memprediksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2018 berada dikisaran 4,6 hingga 5 persen. Hal ini ditopang oleh menguatnya permintaan eksternal dan harga komoditi energi seperti minyak mentah dan batubara yang sangat efisien dan berat.

Kepala BI Perwakilan Jambi Bayu Martanto mengatakan masih ada kemungkinan yang cukup besar untuk pertumbuhan ekonomi, menjadi tantangan. Sektor pertanian dengan faktor risiko eksternal seperti globalisasi dan ekonomi global.

Kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi didukung oleh laju inflasi yang disertai rendahnya laju peningkatan produktivitas bahan-bahan pangan. Sampai dengan bulan November 2018, infasi mencapai 2,06% (yto) Sehingga inflasi untuk keseluruhan tahun 2018 diperkrakan berada pada kisaran 2,9 - 3, 3% (yoy). Perkiraan tersebut masih berada dalam sasaran nasional tahun 2018 sebesar 3,5+ 1 persen (yoy).

Dikatakannya laju inflasi Provinsl Jambi bersumber dari kenaikan hae komoditas barang /jasa diatur pemerintah. Seperti  tarif transportasi udara dan bahan bakar non subsidi, minyak mentah duna yang tinggi, dan juga komoditas penyesuaian tarif cukai rokok sejak Januari 2018 lalu.

Terkendalinya inflasi Provinsi Jambi didorong oleh komitmen yang kuat dari berbagai unsure kelembagaan. Koordinasi dan komunikasi TPID dan Satgas Pangan Provins Jambi sejauh ini telah menunjukan keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga termasuk menjelang hari Raya keagamaan.

Kerjasama antar lembaga dalam merumuskan strategi pengendalian inflasi akan semakin diperkuat, baik melalui forum pertemuan pimpinan TPID se-Provinsi Jambi atau program pelaksana inovasi pengendalian diresmikan di Muaro Jambi beberapa waktu lalu.

Selanjutnya prospek ekonomi Jambi di tahun 2019 mendatang akan semakin baik meskipun menghadapi berbagai tantangan. “Kami memperkirakan berada pada kisaran 4,7-5,1% (yoy). Pertumbuhan ekonomi masih akan bersumber dari sektor pertambangan dan penggalian, karena menguatnya permintaan dan harga komoditas minyak bumi serta batubara,” ujarnya.

Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh penyelenggaraan program, implementasi biodiesel dan ekspansi keuangan pemerintah. Sementara, inflasi diperkirakan pada kisaran 3,1-3,5% (yoy) terutama bersumber dari kenaikan harga komoditas bahan bakar dan tarif angkutan udara.

Ketidakpastian ekonomi global yang semakin tinggi ke depan menjadi tantangan yang patut diwaspadai untuk  mempertahankan momentum perekonomian Jambi pada tahun 2019. Sumber perekonomian Provinsi Jambi yang bertumpu pada bahan mentah rentan mengalaml faktor risiko eksternal.

 Prospek berkembang negara mitra utama Tiongkok Serikat dan Amerika Serikat diperkirakan melanda pada tahun 2019 diperkirakan berdampak fositif terhadap  ekspor komoditas unggulan. Selain itu  dampak perang dagang serta kebijakan protekslonisme dibeberapa Negara tujuan ekspor utama semakin memperlemah kinerja perdagangan komoditas pertanian.(mas)