Jumat, 21 Desember 2018 - 09:07:36 WIB
Sektor Perkebunan Topang Perekonomian Provinsi Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Pertanian - Dibaca: 64 kali

*Karet, Kelapa Sawit, Kopi dan Kulit Manis diunggalkan

Mediajambi.com – Subsektor perkebunan memberi kontribusi terhadap perekonomian Provinsi jambi. Bila komoditi perkebunan turun maka ekonomi Jambi juga ikut terpuruk. Hingga saat ini sector perkebunan menjadi sumber penerimaan devisa Negara dan member kontribusi dalam PDRB Provinsi Jambi sebesar 18,26 persen dari total PDRB Rp 31,5 triliun.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal mengatakan di Provinsi Jambi ada beberapa komoditas unggulan seperti karet, kepala sawit, kulit manis, kopi, kelapa dalam, pinang, tembakau dan tebu. “Namun yang diunggulkan ada empat komoditas  yaitu karet, kelapa sawit, kopi dan kayu manis,” ujarnya.

Dikatakannya karet mertupakan komoditas unggulan utama menjadi penopang perekonomian sebagian besar masyarakat di Provinsi Jambi. Pemprov kata Agus memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet melalui berbagai program.

Seperti peningkatan bahan olah mutu karet dengan membentuk unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB). Kemudian mendukung pengolahan bokat bersih, membentuk pasar lelang yang kini tersebar di enam kabupaten dengan berjumlah 20 unit.

Selanjutnya komoditas kelapa sawit menjadi primadona karena animo petani sangat tinggi untuk membangun perkebunan secara swadaya. Pemerintah dalam hal ini juga telah merumus berbagai kebijakan dari hulu hingga hilirisasi, melalui program peningkatan penggunaan benih unggul. Bahkan kata Agus Pemprov Jambi melalui dana APBD menganggarkan pembibitan kelapa sawit yang dipusatkan di Sungai Tiga selama sepuluh tahun terakhir.  Sampai saat ini sudah ada delapan KUD dengan luas 1.176,42 hektar yang telah menerima peremajaan kelapa sawit yang digelontorkan sebedar Rp29 miliar. “Saat ini telah tersalur benih bibit kelapa sawit berkualitas sebanyak 658.000 batang atau seluas 5.800 hektar kelapa sawit. Dengan harga subsidi tahun 2006 senilai Rp7.500/batang dan hingga tahun 2016 Rp21.200/batang,” ucapnya.

Buah dari kebijakan pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan diterimanya penghargaan dari Direktur Jenderal Perkebunan kepada Gubernur Jambi yang diserahkan pada puncak hari perkebunan ke 61 di Bandung tanggal 10 Desember lalu.

Selain itu sejumlah petani swadaya yang memiliki KUD sudah bersertifikat ISPO yaitu KUD Mutiara Bumi di Desa Pompa Air Bajubang, Kabupaten Batanghari, Gapoktan Muji Makmur Desa Bukit Bangkul Kabupaten Merangin. “Setifikat ISPO alan mampu mendongkrak nilai jual TBS yang dihasilkan petani swadaya,” ucapnya.

Pemerintah juga telah memfasilitasi kemitraan petani swadaya dengan Perusahaan kelapa Sawit, sehingga harga jual TBS kelapa sawit sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah bersama mitra.

Komoditas unggulan ketiga yakni kopi. Di Provinsi Jambi terdapat tiga jenis kopi yaitu Arabika, Robusta dan Liberika. Kopi Arabika dan Robusta tumbuh di dataran tinggi seperti Merangin, Kerinci,Sarolangun dan Sungaipenih. Sedangkan Liberika tumbuh di dataran rendah yakni di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Kopi Liberika tahun 2015 lalu telah menerima setifikat IG dari Kementrian Hukum dan HAM.  “Satu kelompok tani di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci diikutsertakan pada fasilitasi kemitaan,” ujarnya.

Kayu Manis merupakan komoditas unggulan kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh dengan luas tanam 46.289 hektar dan merupakan terluas dan kualitas terbaik di Indonesia. Untuk menjaga eksitensi tersebut Pemprov Jambi juga member perlindungan melalui sertifikat Indikasi Geografis  yang telah diserhkan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla pada tanggal 18 Juli 2016 lalu. “Sertifikat organic Internasional dengan standar Amerika, Uni Eropa dan Jepang,” ungkap Agus.

Kelompok tani telah menjalin kemitraan dengan eksportir Belanda dengan rata-rata per minggunya mengirim sebanyak 12-15 ton.(mas)