Kamis, 27 Desember 2018 - 10:53:48 WIB
Kopi Arabika Sumatera Koerintji Tembus Pasar Internasional
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Pertanian - Dibaca: 100 kali

Mediajambi.com - Kabupaten Kerinci merupakan salah satu kabupaten sentra kopi arabika di Indonesia yang didukung dengan areal kebun kopi arabika seluas 654 Ha. Selain itu, Kabupaten Kerinci juga memiliki kopi specialty yang sudah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2017 dengan nama Kopi Arabika Sumatera Koerintji dengan kelembagaan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Barokah Bersama yang terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamaatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.

MPIG Barokah MPIG Barokah Bersama diketuai oleh Bapak Triyono, yang juga merupakan petani kopi, dengan anggota 250 petani yang terbagi dalam 7 Kelompok Tani (KT) di Kecamatan Kayu Aro Barat, Keamatan Kayu Aro, dan Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.

MPIG Barokah Bersama berdiri pada tahun 2015 atas inisiasi dari anggota kelompok untuk dapat mempatenkan kopi arabika kerinci sebagai produk IG dengan fasilitasi dari pemerintah setempat. Akhirnya, pada tahun 2017 kopi arabika kerinci mendapatkan sertifikat IG dengan nama Kopi Arabika Sumatera Koerintji oleh Kementerian Hukum dan HAM. Dengan diakuinya Kopi Arabika Sumatera Koerintji sebagai produk IG menjadikan kopi tersebut dikenal oleh masyarakat perkopian internasional, dimana mayoritas pembeli merupakan kalangan khusus di dunia perkopian.

Pada tahun yang sama, MPIG Barokah Bersama juga telah mendapatkan bantuan paket peralatan pascapanen dan pengolahan yang bersumber dari dana APBN berupa mesin huller, pulper, rak penjemuran, hydrometer, mesin sangrai, bangunan, dan mesin giling kopi.

Sebagai informasi, Kopi Arabika Sumatera Koerintji adalah varian kopi arabika terbaik yang dikultivasi di kawasan kaki gunung Kerinci yang berada di ketinggian 1500 mdpl. Kopi ini memiliki rasa yang unik yakni beraroma spicy dan chocolaty. Sedangkan rasanya didominasi rasa jeruk dan buah (fruity). Pada tahun 2017 lalu, Kopi Sumatera Koerintji meraih predikat pemenang kopi specialty terbaik Indonesia yang diadakan oleh Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dengan skor 85,56. Selain itu, pada tahun 2018 Kopi Arabika Sumatera Koerintji juga meraih penghargaan Silver Medal pada ajang Australian International Coffee Award pada kategori Pour Over Single Origin.

Dengan berbagai penghargaan tersebut, Kopi Arabika Sumatera Koerintji ternyata merupakan produk kopi specialty dengan kategori limited edition karena dengn nilai skor tinggi, produksinya masih sangat terbatas 3 -  5 ton per bulan. Kelompok tani ini telah menjalin kemitraan dengan eksportir Belanda dengan rata-rata per minggunya mengirim sebanyak 12-15 ton.

Selain dikenal sebagai wilayah penghasil kopi arabika terbaik, Kabupaten Kerinci juga dianugerahi dengan pesona alam yang menawan, diantaranya Puncak Gunung Kerinci, Perbukitan Gunung Tujuh, Kawasan Wisata Rawa Bento, dan hamparan perkebunan kopi. Kondisi ini menjadi potensi bagi MPIG Barokah Bersama yang telah melakukan kerja sama berbasis agrowisata dengan “Asosiasi 3808”  yang merupakan asosiasi perkumpulan pemandu pendakian Gunung Kerinci.

Paket agrowisata yang ditawarkan melibatkan MPIG Barokah Bersama, yaitu paket 3 hari 2 malam seharga Rp 1.500.000/pax yang meliputi pendakian Gunung Kerinci pada hari pertama, Pendakian Gunung Tujuh pada hari kedua, dan wisata edukasi Kopi Arabika Sumatera Koerintji pada hari ketiga dengan mengunjungi MPIG Barokah Bersama. Wisata edukasi tersebut meliputi edukasi budidaya Kopi Arabika Sumatera Koerintji di lahan perkebunan seluas 1 Ha milik Bapak Triyono, proses pemetikan, proses pasca panen, pengolahan biji kopi, hingga edukasi teknik seduh kopi. Konsep agrowisata tersebut rencananya akan mulai dilaksanakan pada awal Tahun 2019.

Di Provinsi Jambi terdapat tiga jenis kopi yaitu Arabika, Robusta dan Liberika. Kopi Arabika dan Robusta tumbuh di dataran tinggi seperti Merangin, Kerinci,Sarolangun dan Sungaipenuh. Sedangkan Liberika tumbuh di dataran rendah yakni di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Kopi Liberika tahun 2015 lalu telah menerima setifikat IG dari Kementrian Hukum dan HAM.(mas)