Rabu, 02 Januari 2019 - 10:16:58 WIB
Manfaat dan Kegunaan Daun Sirsak Sebagai Pengganti Kemoterapi dan Membunuh Sel Kanker
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 126 kali

ANNONAMURICATA L atau yang banyak di kenal dengan nama daun sirsak termasuk dalam tanaman tropis yang berasal dari benua amerika. Daun sirsak (Annonamuricata L) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai anti-inflamasi, anti bakteri, dasifat analgesic. Semua itu menjadikan sirsak sebagai salah satu tanaman yang berguna.Banyak ahli terkemuka percaya bahwa daun sirsak mengandung  gen anti kanker dalam dosis tinggi, yang di sebut acetogenesis  yang dapat di gunakan sebagai obat kanker dan pengganti kemoterapi.

Kanker adalah penyakit berbahaya yang menyerang DNA manusia. Annonaceousacetogenin yang terkandung dalam daun sirsak dapat membunuh sel-sel kanker dengan cara menghambat ATP yang menjadi sumber energy bagi pertumbuhan kanker. Senyawa fitokimia yang menjadi anggota acetogenin seperti muriceracin dan murihexocin C memiliki kekuatan yang melebihi keaktifandariadreamycin (obat kemoterapi). Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa acetogenin dapat di gunakan sebagai pengganti kemoterapi.Adanya acetogenin berperan untuk membunuh sel kanker dan derivate senyawa acetogenin dapat di gunakan sebagai pengganti kemoterapi.

Senyawa acetogenin pada daun sirsak memiliki cara kerja serupa dengan satu obat kemoterapi. Obat kemoterapi kanker itu adalah adreamycin (sebuah nama dagang). Menurut Dr Aru Wisaksono Sudoyo, ahli hematologi dan onkologi di Jakarta, adreamycin memang merupakan salah satu obat kemoterapi kanker. Adreamycin popular lantaran efektif mengobati leukemia dan kanker seperti paru-paru,payudara, dantiroid. Adriaycin mengandung senyawa anti kanker doxorubicin .Senyawa itu mampu mengganggu aktivitas pembelahan DNA pada sel kanker. Ujung-ujungnya sel kanker sulit untuk tumbuh dan berkembang. Singkat kata tugas adreamycin yang di berikan lewat penyuntikan atau infuse itu adalah membunuh sel kanker.Senyawa acetogennis pada daun sirsak bekerja mirip adreamycin itu.

Acetogenin mampu menghambat produksi energi ATP di dalam sel kanker. Efeknya pembelahan sel kanker terganggu. Perbandingan dengan adreamycin justru terkuak pada daun sirsak.Riset Rieser MJ, Fang XO, Zeng L, dan Mc Laughin JL dalam Journal of Natural Product mengungkap kancis-annonacin, salah satunya senyawa dari lima senyawa aktf di biji –cis-annonacin-10-one, cis-gonio-thalamicin, arianacin, dan javoricin - memiliki kemampuan sitotoksik sebagai senyawa anti kanker. Penelitian yang memakai metodeteBrine  Shrimp  Lethality (BSL) itu juga menjelaskan senyawa cis-annonacin memiliki potensi 10.000 kali lebih besar dari pada adreamycin untuk mengatasi sel tumor. Senyawa itu juga bersifat sitotoksik sel ektif terhadap kanker usus besar.

Sejatinya tes BSL merupakan uji awal untuk mendata jenis-jenis bahan aktif dari ekstrak tanaman. Tes itu dipakai karena mudah, murah, dan hanya perlu sedikit bahan uji. Bila bahan aktif sudah diperoleh, penguji anbahan-bahan itu dilakukan lebih spesipik lewat serangkai antes lanjutan lainnya.

Banyak sekali senyawa bioaktif biokimia yang ditemukan dalam daun sirsak.Penelitian pertama mengenai sifat sitotoksik acetogenins dilakukan oleh Universitas Purduwe, di West Lavayette, Indiana, Amerika Serikat. Penelitian lain membuktikan khasiat kandungan acetogenins diberbagai Negara dihasilkan bahwa sebanyak 20 test laboratorium menemukan bahwa daun sirsak memiliki sitotoksik terhadap sel kanker.

 

Pembuatantehdaunsirsak:

 Ambil daun sirsak sebanyak 10-15 lembar, pilih daun sirsak ke 4 atau ke 5 atau daun yang tidak terlalu muda dan tua dari satu ranting, karena memiliki kandungan annonaceous acetogenins lebih banyak.

Rebus daun sirsak dengan tiga gelas air (600 ml) dengan api kecil sedang hingga menjadi satu gelas ( 200 ml). Selama merebus hendaknya tembikar dalam keadaan tertutup. Angkat, dinginkan, saring, minumlah sebanyak tiga kali sehari, masing-masing sebanyak 200 ml.  Maka dari itu, mulailah membatasi mengkonsumsi daging, perbanyak sayur dan buah segar, rutin berolahraga, antisipasi sinar Uv matahari, dan jauhi rokok agar terhindar dari penyakit kanker.

 

Oleh: Aisyah Amini : Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jurusan Ilmu Gizi