Rabu, 09 Januari 2019 - 09:13:30 WIB
Ekspedisi Garuda Putih menelusuri Kawasan Rimba Suku Anak Dalam
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 33 kali

Jambi, korem-042-gapu.mil.id- Suku Anak Dalam (SAD) adalah salah satu kelompok masyarakat minoritas yang hidup di pedalaman Provinsi Jambi, SAD sering juga disebut sebagai Orang Kubu atau Orang Rimba.

Jumlah masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di wilayah Provinsi Jambi sampai dengan saat ini dapat dinyatakan masih belum terdata secara pasti, karena pola hidup masyarakat SAD yang bersifat Nomaden.

Di tengah keterbatasan pengetahuan mereka, saat ini masih banyak warga  SAD yang menghuni kawasan-kawasan pedalaman yang ada di beberapa Kabupaten di Provinsi Jambi, hanya untuk bertahan hidup dan tentu saja dengan semua keterbatasan sandang dan pangan.

Dengan ekspedisi suku anak dalam yang di gelar oleh Korem 042/Gapu dipimpin langsung oleh Danrem Kolonel Inf Dany Budiyanto,S.H, selama tiga hari mulai tanggal 10 sampai dengan tanggal 12 Januari nanti akan menelusuri Desa Jelutih, Desa Hajran, Desa Padang Kelapo, Tanah Garo, Dwi Karya, Koto Rayo, Mentawak, Gading Jaya, Desa Bukit Suban dan berakhir di kawasan terpadu Suku Anak Dalam, akan menyibak banyak sisi-sisi kehidupan mereka dan bentuk keterasingan dan terpinggirkan (marjinal) dari kehidupan yang tidak layak, yang selama ini mereka alami.

"Kita ingin melihat secara dekat kehidupan mereka,dari mulai kebudayaan, sosial dan cara mereka berinteraksi dengan masyarakat luar"Jelas Danrem 042/Gapu.

Selain itu kegiatan ini akan menjadi salah satu bentuk perhatian TNI khususnya Korem 042/Gapu terhadap rakyat, dan tentu saja hasil dari ekspedisi SAD bisa menjadi salah satu acuan dalam arah pembangunan bagi kehidupan Suku Anak Dalam Jambi.

"Hal terpenting bagi ekspedisi ini,untuk bisa menjadi acuan dalam arah pembangunan bagi suku anak dalam,Dan saya kira pemerintah daerah bisa melakukanya"Tegas Pria dengan tiga melati di pundaknya ini.

Korem 042/Gapu juga peduli dengan keberadaan masyarakat adat, yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT), banyak kegiatan seperti pembinaan pendidikan, kesehatan di kantong - kantong pemukiman SAD.(mas)