Senin, 07 September 2015 - 16:14:38 WIB
Hadapi MEA, Perindag Promosikan Penggunaan Produk Lokal
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 692 kali

Mediajambi.com - Menghadapi era globalisasi MEA 2015 Dinas Perindag Provinsi Jambi melakukan sosialisai penggunaan produk dalam negeri khususnya produk lokal. Sosiaiisasi diikuti pelajar SMP, SMA  dan mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Kota Jambi, Senin 7 September 2015 di Dekranasda Provinsi Jambi.

Kadis Perindag Provinsi Jambi H A Zaki yang diwakili Kabid Perdagangan Dalam Negeri Filda Deviarni mengatakan diera globalisasi ini produk asing memenuhi pasar dalam negeri bahkan hingga ke daerah. Dampaknya produk-produk lokal tersingkir dan kalah bersaing.  “Akibatnya banyak home industri yang gulung tikar karena kalah bersaing dengan produk asing,” ujarnya.

“Indonesia merupakan pasar potensial bagi produk asing. Untuk itu mari kita cintai produk dalam negeri. Karena jangan sampai usaha kecil menengah gulung tikar, masyarakat lebih senang menggunakan barang-barang yang berasal dari luar. Ada dampak fositif bila menggunakan produk dalam negeri selain pendapatan masyarakat meningkat juga angka pengangguran juga dapat ditekan. “UMKM akan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

“Kita cukup banyak memiliki sumbadaya alam yang bisa diolah menjadi berbagai jenis produk unggulantentunya tidak kalah bersaing. Namun permasalahan perajin belum siap untuk itu. Seperti memperbaiki kemasan, kualitas produk. “Perindag telah berupaya melakukan pembinaan terhadap UMKM dan saat ini sudah mulai membaik dan dapat bersaing di pasar local bahkan telah merambah hingga ke luar daerah,” jelanya. Dekranasda kata Filda memiliki beberapa showrum siap menerima produk-produk yang dihasilkan para pengrajin.

Hadir dalam sosialisasi itu beberapa pengrajin yang sukses seperti Ny Zaitun perajin makanan yang memulai usaha sejak 1994 dengan modal Rp10 ribu dan masih bertahan hingga saat ini. Bahkan semua mal yang ada di Kota Jambi produknya telah masuk.

Dia membuktikan produk UKM bisa bertahan namun dengan berbagai kombinasi, sehingga dapat bersaing dengan produk lainya. Dia mengaku memiliki 13 orang karyawan dan bercita-cita membuka lowongan kepada seluruh warga sekitar tempat tinggalnya.

 
Selain itu hadirnya juga ketua asosiasi makanan dan minuman (Asmani) Kota Jambi A Darmaji  yang juga sukses merintis usaha aneka macam keripik pisang. Dalam sebulan dapat mengolah sekitar 2 ton pisang. Namun kendala yang dihadapi terjadi kenaikan harga bahan baku, tapi dapat disiasati dengan membeli langsung pada petani.(mas)