Jumat, 11 September 2015 - 15:21:58 WIB
Hujan Debu di Kota Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 1027 kali

Mediajambi.com- Dalam dua hari ini kabut asap di Kota Jambi makin parah. Pasalnya debu dari kebakaran hutan dan lahan berterbangan, bahkan langit Kota Jambi juga terlihat menguning. Jarak pandangpun terbatas dan jamaah haji asl Provinsi jambi terpaksa harus melalui jalan darat ke Palembang.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Sultan Thaha Kurnia Ningsih mengatakan dalam dua hari ini jarak pandang sangat minim dan hanya 700 meter. Sedangkan jumlah titik panas yang terpantau melalui satelit Aqua dan Thera tercatat sebanyak 42 titik. Namun katanya walau titik sedikit lahan yang terbakar cukup luas, sehingga menimbulkan kabut asap yang mengganggu jarak padang.

Dijelaskannya akabut asap yang menyelimuti Kota Jambi selain berasal dari Provinsi Jambi juga berasal dari provinsi tetangga yaitu berasal dari Musi Banyu Asin. Arah angin kata dia ke Kota Jambi  itulah yang menyebabkan kabut asap makin pekat.

“Kabut asap yang diserta debu sisa pembakaran hutan dan lahan sangat ketara. Apalagi jika naik kendaraan tidak memakai masker. Hidung terasa gatal dan boleh di kata telah terjadi hujan debu,” kata Sukri (35) pengendara sepeda motor kepada Mediajambi.com.

Dia mengaku heran, pemerintah tidak tanggap mengatasi masalah ini. Padahal dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini telah dirasakan dalam sebulan belakangan ini. Dalam beberapa minggu belakangan ini juga pelajar terpaksa harus dilburkan, karena banyak siswa yang terjangkit penyakit ISPA.

Seharusnya, kata dia pemerintah Provinsi Jambi tanggap dan bergerak cepat memadamkan api. Kebakaran hutan dan lahan ini sebenarnya bukan hal yang baru, tapi terjadi saban tahun. Asal musim kemarau pasti menimbulkan kabut asap. “Nampaknya pemerintah tidak pernah mengambil pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya. Seharusnya saat mengetahui akan ada kemarau panjang yang disampaikan BMKG langsung dilakukan antisipasi,” ujarnya.

Untuk itu dia berharap penjabat Gubernur Jambi jangan hanya mengurusi administrasi, tapi urusi kepentingan masyarakat Provinsi Jambi. “Kalau tahun-tahun lalu saat Gubernur Jambi definitif meninjau langsung ke lokasi kebakaran hutan. Tapi saat ini hanya melakukan rapat-rapat dan berkoordinasi tidak ada terobosan yang dilakukan,” ujarnya.

Sukri juga heran dengan pernyataan Penjabat Gubernur Jambi yang mengatakan titik api di Provinsi Jambi nol. Tapi kabut asap makin tebal, dan berdalih kabut asap berasal dari provinsi tetangga. Dengan alasan arah angin yang menuju ke Jambi sehingga kabut asap menyelimuti Kota Jambi.(mas)