KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI

Diabetes Hingga Pemicu Kanker

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih

Maas | Senin, 15 Juli 2019 - 19:28:17 WIB |

Media Jambi.com - Hasil studi menyatakan, gula meningkatkan aktivitas protein pemicu sel kanker. Candu gula juga bahkan lebih kuat dari kokain. Mengkonsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari ternyata jadi suatu kebiasaan yang membahayakan bagi tubuh kita. 

Ada baiknya kita mulai menakar berapa porsinya, sehingga kita tidak menjadi candu gula. Selain menyebabkan obesitas dan diabetes, gula juga ternyata bisa memicu penyakit kanker.

Medical News Today melaporkan, dalam sebuah editorial Nutrisi,  menyoroti fakta bahwa fruktosa, konstituen gula pasir atau sukrosa, sangat berpotensi memicu terjadinya sel kanker. 

Lalu, berapa banyak gula yang dibutuhkan tubuh dalam Sehari? 
Menurut hasil riset ilmiah nutrisi terbaru 2017, Dalam sehari, tubuh hanya membutuhkan asupan gula hanya 50 gram atau setara 2 sendok makan saja. Jumlah ini setara konsumsi 1 gelas teh manis. Jika melebihi standar ini, kemungkinan besar akan jatuh dalam tahap kecanduan gula.

Sebagai ilustrasi, jika dulu seseorang bisa puas dengan 4 sendok gula per hari, di masa depan, untuk kenikmatan yang sama, orang yang kecanduan ternyata memerlukan 8 sendok gula per hari. Begitu seterusnya hingga tak terkendali. 

Candu gula bersifat akumulatif. Pendapat ahli saraf tentang candu gula sebenarnya sudah cukup populer. Gula memiliki efek yang serupa saat kokain dikonsumsi oleh manusia. 

Pandangan ini mendapat sejumlah riset penguat, terutama oleh tim ahli saraf dari Queensland University of Technology (QUT) yang mempublikasikan temuannya di Jurnal PLOS, 30 Maret 2017.

Candu gula, menurut riset tersebut, tampak pada anak-anak yang akan merasa tenang saat sudah menggenggam coklat, permen, atau jajanan manis lain. 

Candu ini terlihat jelas saat si anak rewel level dopamin di otaknya berkurang drastis. 
Hasil temuan dari ahli kardiovaskular di St. Luke's Mid-America Heart Institute, Kansas USA  yang dipublikasikan pada 2016  mengatakan bahwa kecanduan gula lebih berbahaya dibanding garam, terkait penyakit jantung dan pembuluh darah.

Gula memiliki daya candu yang setara kokain atau obat narkotika lain,  bahkan lebih kuat candunya.
Studi khusus yang membandingkan gula dengan kokain dengan menggunakan tikus sebagai objek penelitian. Menghasilkan temuan bahwa pada tikus-tikus yang diberi kokain akan kecanduan. Lalu, ketika kemudian tikus-tikus itu dikenalkan dengan gula, mereka segera beralih kecanduan dan hampir semua menjadi kecanduan gula. 

Dari Publikasi ehealthmagz juga menyatakan peningkatan yang cukup signifikan terhadap tren konsumsi gula selama 300 tahun terakhir, sebagai berikut: 

* Pada tahun 1700, rata-rata orang mengonsumsi sekitar 4 pon gula per tahun. 
* Pada tahun 1800, rata-rata orang mengonsumsi sekitar 18 pon gula per tahun. 
 * Pada tahun 1900, konsumsi individu meningkat hingga 90 pon gula per tahun. 
 * Pada tahun 2012, lebih dari 50 persen orang Amerika mengonsumsi 1/2 pon gula per hari - artinya 180 kilogram gula per tahun
 *Perbandingan angka kejadian diabetes mellitus pada tahun 1890, hanya 3 orang dari 100.000 yang menderita diabetes. Sedangkan pada tahun 2012, hampir 8.000 dari setiap 100.000 orang didiagnosis mengidap diabetes mellitus. Dan jumlah ini terus meningkat setiap saat sampai saat ini. 

*Selain Diabetes Mellitus dan obesitas, Gula juga memicu kanker.*
Karena mekanisme pernapasan sel kanker lebih kepada proses anaerob yang ditunjukkan oleh semua sel kanker, maka gula adalah makanan favorit dari sel kanker tersebut. 
Ini artinya sel kanker untuk bisa berkembang dan tumbuh sangat butuh makan gula.

Terkait hal ini, American Institute for Cancer Research (AICR)  merekomendasikan untuk makan makanan yang kaya gizi, dan rendah gula, utamakanlah makan makanan dari produk 
1. Sayur-sayuran, 
2. Buah-buahan
3. Biji-bijian.
Ketiga jenis makanan ini untuk mengganti makanan dan minuman  manis yang mengandung gula sangat tinggi.
*Strategi untuk membantu  mengurangi gula* : 
> Memilih untuk minum teh dan kopi tanpa pemanis gula pasir.
> Tambahkan rendaman potongan aneka buah seperti buah lemon, melon, nenas, timun, sereh, seledri, mint,  jeruk dan lain-lain ke dalam air putih minuman rutin.
> Taburkan bubuk kayu manis atau bubuk coklat pada minuman kopi  hindari menambahkan gula pasir kedalamnya.
> Membawa camilan sehat seperti kacang-kacangan direbus, buah segar atau buah kering atau roti gandum tawar.
Minum yoghurt dari bahan susu kambing segar tanpa pemanis.
Wallahu'alam bishawab.

By.
Bunda ME
Meity Elvina










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)