Ekonomi

BI Jambi : Inflasi Jambi Juni 2019 Tetap Terkendali

Maas | Kamis, 04 Juli 2019 - 23:33:10 WIB |

Mediajambi.com - Pada Juni 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 1,02% (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat inflasi sebesar 1,03% (mtm). Sehingga secara akumulasi, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 1,02% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,60% (yoy). Perkembangan inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan Mei 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,50% (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Juni), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 1,74% (ytd).

Asisten Direktur BI Jambi Fadhil Nugroho mengatakan inflasi Provinsi Jambi pada Juni 2019 terutama didorong oleh kelompok bahan makanan menyusul tingginya permintaan pada periode Idulfitri 1440 H di tengah pasokan yang terbatas. Meningkatnya pengeluaran masyarakat untuk kelompok komoditas sandang juga memberikan sumbangan terhadap inflasi pada bulan laporan. “kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami deflasi pada Juni menyusul penyesuaian harga beberapa komoditas peralatan pendidikan menyusul memasuki libur anak sekolah,” ujar Fadhil, Rabu (3/7/2019).

Dikatakannya terkait inflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Juni 2019 adalah: cabai merah (inflasi 54,64% mtm dengan andil 0,48%), nila (inflasi 15,57% mtm dengan andil 0,18%), bayam (inflasi 20,20% mtm dengan andil 0,05%), dan ketimun (inflasi 67,42% mtm dengan andil 0,05%). Meningkatnya harga komoditas cabai merah terutama disebabkan tingginya permintaan pada periode Idul Fitri di tengah terbatasnya pasokan pasca berkurangnya produksi dari daerah produsen yang sebagian besar berasal dari luar daerah. Sementara, tingginya harga ikan nila seiring dengan berkurangnya pasokan ikan air tawar dari wilayah Muaro Jambi sebagai salah satu daerah sentra produksi komoditas ini pasca Idul Fitri 1440 H. Di sisi lain, kenaikan harga ketimun terutama disebabkan oleh menurunnya pasokan pasca Idul Fitri. Hal ini didorong oleh faktor turunnya produksi di tingkat petani pada bulan Ramadhan sehingga berimbas pada turunnya hasil panen pada periode bulan laporan.

Di sisi lain, komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah: cabe merah (inflasi 55,12% mtm dengan andil 0,47%), cabe rawit (inflasi 53,92% mtm dengan andil 0,13%), bawang merah (inflasi 13,32% mtm dengan andil 0,13%) dan jengkol (inflasi 20,21% mtm dengan andil 0,12%). Kondisi ini terjadi seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat pada Juni 2019 di tengah kurangnya pasokan dari daerah produsen. Terbatasnya pasokan cabai merah utamanya disebabkan oleh belum teraturnya pola tanam dan musim kemarau yang lebih cepat sehingga mengganggu produksi di daerah produsen.

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi Juli 2019 diperkirakan berada pada kisaran 0,04% - 0,44% (mtm). Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan disebabkan masih terbatasnya pasokan sesuai pola musimannya. Selain itu, memasuki periode tahun ajaran baru anak sekolah dan akademi/perguruan tinggi diperkirakan dapat memberikan tekanan terhadap inflasi kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.(mas)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)