Ekonomi

BI Jambi : Inflasi Jambi Maret 2019 Terkendali

Maas | Jumat, 05 April 2019 - 15:45:15 WIB |

Mediajambi.com - Pada Maret 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 0,33% (mtm), sama halnya dengan Kabupaten Bungo yang tercatat inflasi 0,35% (mtm). Sehingga secara total, Provinsi Jambi mengalami inflsi sebesar 0,33% (mtm) atau secara tahun mengalami inflasi 1,89% (yoy). Perkembangan inflasi tersebut meningkat dibandingkan Februari 2019 yang tercatat deflasi sebesar 0,28% (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Maret), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat deflasi sebesar 0,38% (ytd).

Dalam siaran Pers Jumat (5/3/2019)  BI menyebutkan Inflasi Provinsi Jambi pada Maret 2019 terutama didorong oleh kelompok bahan makanan menyusul mulai berkurangnya stok bahan pangan serta tingkat permintaan yang meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Terkait inflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Maret 2019 adalah: bawang merah (inflasi 37,43% mtm), cabai merah (inflasi 17,75% mtm) dan daging ayam ras (inflasi 4,59% mtm). Meningkatnya harga komoditas hortikultura terutama disebabkan mulai berkurangnya pasokan pasca berakhirnya masa panen raya di beberapa daerah sentra produksi cabai merah dan bawang merah terutama di Pulau Jawa. Sementara untuk daging ayam ras, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan kembali normalnya harga setelah pada bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan akibat rendahnya permintaan.

Di sisi lain, komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah angkutan udara (inflasi 27,38% mtm), bawang merah (inflasi 11,32% mtm), bayam (inflasi 15,07% mtm) dan daging ayam ras (inflasi 2,40% mtm). Selain itu, inflasi IHK Kabupaten Bungo juga disebabkan oleh peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan koreksi ke atas harga komoditas emas di pasar global.

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi April 2019 diperkirakan berada pada kisaran 0,14- 0,54% (mtm). Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan disebabkan berkurangnya pasokan komoditas hortikultura menyusul berakhirnya periode panen serta meningkatnya permintaan.(***)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)