USAHA

Cegah Corona Teh Ide Kebanjiran Pesanan

Maas | Minggu, 22 Maret 2020 - 16:50:39 WIB |

Media Jambi.com - Teh Ide, minuman kesehatan produksi Dosen Pertanian Universitas Jambi, Dede Martino dibanjiri order. Dalam sepekan terakhir tingkat pesanan  sudah mencapai 7.000 sachet dari berbagai daerah.
Minuman ini terbuat dari rempah yang dikeringkan, seperti jahe, kunyit, Sepang, jeruk nipis dan kayu manis. Sejumlah 
pakar kesehatan herbal,  menganjurkan menkonsumsinya, karena diyakini mampu mencegah virus Corona yang saat ini tengah merebak. 
"Alhamdulillah tingkat permintaan banyak bahkan melonjak, terutama sejak merebaknya virus Corona. Terutama pesanan dari beberapa dokter herbal, yang ikut merekomendasikan teh Ide," kata Manager Tekno Martino, Ny Yulma Erita kepada Media Jambi.com, Sabtu.
Menurut Yulma, selama ini pihaknya memproduksi sebanyak 100 sampe 150 bgks perhari. Dengan melonjaknya pesanan ditargetkan setiap hari bisa memproduksi sebanyak 500 bungkus. "Kami harus mengejar produksi karena yang indent melalui dokter herbal sudah mencapai 7.000 sachet," jelasnya.
Dia optimis permintaan itu bisa terpenuhi, karena peralatan dan bahan baku cukup tersedia.  "Hanya saja harga bahan baku, seperti jahe, kunyit naik sampai dua kali lipat," keluhnya. Untuk memenuhi permintaan itu, mereka mempekerjakan beberapa mahasiwa.
Menurutnya, selama ini pembeli teh ide berasal dari berbagai daerah. Harga per bungkus bervariasi, sesuai daerah pemasaran berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 9.000.
"Permintaan datang dari Bandung, Jakarta, Batam, Palembang, Sidoarjo dan besok pagi insya Allah ke Kerinci 150 pcs," jelasnya. Teh ide katanya adalah minuman kesehatan yang baik dikonsumsi tidak hanya karena adanya Corona. "Awalnya kita buat memang untuk minuman kesehatan yang baik untuk kolesterol, asam urat juga menyegarkan badan," jelasnya. Namun oleh sejumlah dokter dan ahli pengobatan herbal, kandungan didalam teh ide diyakini bisa mencegah virus Corona. Teh Ide merupakan hasil inovasi dari Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dede Martino yang merupakan suami dari Ny Yulma Erita. Pembuatannya dibantu menggunakan mesin  Sanggrai, mesin pengering ciptaan sang dosen. Menggunakan mesin tersebut,rempah rempah tersebut di keringkan dengan suhu dibawah 40 derajat, sehingga tidak mematikan senyawa yang berada di dalam bahan baku. (Lin)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)