KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI

Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert.

Dokter Tawadhu Perintis Generasi Pengawal Al Quran

Maas | Selasa, 02 April 2019 - 15:02:41 WIB |

PERNAH mengalami koma selama tiga hari akibat penyakit TBC tulang yang menggerogoti ruas tulang belakangnya, hingga kini dia harus berteman dengan 16 besi  penyangga punggungnya, menjadi jalan datangnya hidayah bagi Dr Meity Elvina M.Ked, SpOG, PGCert.  Seorang wanita Tawadhu, yang belakangan kerap mengisi kajian kajian kesehatan berbasis Al Quran dan Sunnah di Kota Jambi.

Hari hari dokter spesialis kandungan yang juga berprofesi sebagai peneliti sciences berbasis nutrisi dan genetika, pembicara di seminar-seminar science, sekaligus isteri Wadansat Brimob Polda Jambi AKBP. Pria Premos, SIK dan ibu dari tiga orang anak ini, lebih dekat dengan Allah, dan semakin dekat karena diisinya dengan meneliti dan berdakwah, menyebarkan ilmu ilmu

pengobatan dan kedokteran Islam hingga membentuk komunitas Pengawal Generasi Quran (PGQ). Meity juga ikhlas membagikan ilmunya, dengan menjadi pengasuh rubric Keajaiban Thibbun Nabawi di Media Jambi online ini.

Belum satu tahun beliau bermukim di Jambi. Meski memiliki banyak kesibukan, dia lebih memilih tugas utamanya sebagai Ibu Rumah Tangga. Baginya profesi ibu di dalam rumah yang paling utama dan mulia. “Ibu dalam bahasa arab tertulis الأُمُّ dibaca al-ummu. Satu akar dengan kata quot; ummat" yang bermakna sekumpulan makhluk yang hidup dalam satu induk ikatan sistem dan kepemimpinan.Tidak akan disebut umat yang sesungguhnya jika tidak memiliki induk yang dapat mengayomi,melindungi, mendidik, mengarahkan, membesarkan, menguatkan dan memelihara denganpenuh cinta kasih dan saying,” ungkapnya. Semua kegiatan dikendalikannya dari rumah. Meity, hanya praktek dengan perjanjian saja. Apalagi sosok dokter ini memilih tidak terlalu aktif di dunia pelayanan medis di RS karena tubuhnya dititipi sesuatu yang khusus dari Allah SWT.

Meity mengatakan, di masa lalunya dia adalah penderita penyakit TBC Tulang Belakang, sebanyak 6 ruas tulang belakang pernah hancur, sekaligus mengalami multi drug resisten yaitu keadaan tidak bisa diobati dengan obat antibiotik jenis apapun saat itu. Bahkan penyakitnya itu pernah membuatnya tak mampu berjalan selama beberapa waktu, sehingga tindakan operasi menanamkan implan besi titanium 14 plat di tubuhnya seumur hidup.

“Ini membuat saya tafakur panjang mengambil hikmah dan ibrah dari semua takdir yang Allah SWT berikan. Takdir Allah, mengantarkan saya belajar dari penyakit yang menghantarkan saya menjadi salah satu peneliti TBC international yang pendekatan terapinya memanfaatkan tanaman -tanaaman dari kearifan lokal negeri ini serta tanaman-tanaman yang saya tadaburi dari Al Quran dan Sunnah,” ungkapnya.  Menurutnya, ketika seseorang jatuh sakit, jadikan ini nikmat dari Allah Ta’ala sebagai wasilah agar sempat bertaubat atas segala kekhilafan sehingga bisa lebih dekat kepada Allah SWT.  Sebagai dokter, ia kerap mengingatkan kepada pasien-pasiennya, tentang QS Asyuara:80; “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku” dengan landasan akidah tersebut, seseorang yang sakit hendaknya ikhtiar bagaimana Allah kembali ridho kepada dirinya, sehingga ikhtiar berobat janganlah dijadikan penentu kesembuhan penyakit, mengingat kembali hanya Allah Ta’ala lah yang menyembuhkannya.

Keterbatasan fisiknya dengan adanya 14 buah implan besi titanium terpancang di tulang belakangnya, tidak juga membuat ia semakin surut langkah untuk berbuat kemanfaatan yang luas. Sebagai ibu, beliau juga menggagas enterpreuner di sektor domestik rumahan. “Seorang ibu harus mampu membantu kaum ibu bisa ikhtiar meningkatkan perekonomian keluarganya dari dalam rumahnya sendiri,” katanya. Hobinya, membuat kerajinan tangan, yaitu home décor bunga sabun herbal dan minyak atsiri, bahkan tercatat ikut mengayomi UKM bersama wanita-wanita marginal yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, yogya, Jawa Tengah, Jawa Timur, kalimantan tengah bahkan sampai ke Sulawesi utara. Takdir membuat ikhtiarnya tidak sia-sia, menjadikan "UKM Athirah" yang beliau rintis menjadi UKM terbaik Nasional di tahun 2017 di Kementrian Koperasi dan UMKM menjadi duta UKM di INACRAFT 2018 di Jakarta Convention Center di Jakarta. Juga di Kementerian Perdagangan ikhtiarnya menghasilkan produk kerajinan bersama para perajin wanita yang diayomi bisa melakukan expo perdagangan sampai ke luar negeri yaitu Brunei Darusalam, Malaysia, Hongkong dan Taiwan. Hal ini pulalah yang memberi jalan kepadanya mengemban amanah menjadi Pelatih Enterpreuner bagi para TKI Purna di KBRI Malaysia bersamaKementerian desa, Kementerian tenaga kerja, Kementerian pemberdayaan wanita dan Kementerian luar negeri. “Tiada yang menyangka bahwa saat itu pelatih enterpreuner bagi para TKW ilegal tersebut adalah sosok dokter spesialis kandungan,” kenangnya.

 Namun, kegiatan di luar rumah tak terus membuatnya menjadi meninggalkan keluarga, beliau terus melatih dan mendampingi para trainer muda agar tercetak Edukator muda yang terus diregenerasi sembari mengikuti sang suami berpindah-pindah tugas di negeri ini dan mendampingi ketiga anaknya; Athirah Faiza Premos (16), santri di pondok pesantren di Tangsel, Zakkaha Fauzan Premos (12) dan Rizkhal Fauzi Premos (10) yang masih duduk dibangku SD. (***)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)