KOTA

Fasha Kesal Ancam Copot Kepala OPD

Maas | Rabu, 02 Oktober 2019 - 09:37:33 WIB |

Mediajambi.com- Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2018 dan 2019 di Kota Jambi masih belum optimal. Di mana ada beberapa bidang yang tidak terealisasi 100 persen. Padahal DAK fisik merupakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa, pengajuan DAK untuk tahap pertama sudah selesai dilakukan, tinggal menunggu pengajuan tahap II. “Tahap II ini sebenarnya sudah berlangsung. Tapi beberapa minggu ke depan lagi akan menyampaikan tahap III,” katanya.

Menurutnya, bagi OPD yang penyerapannya tidak maksimal, agar dapat segera dilaporkan. Fasha pun sedikit kecewa, ketika OPD menganggap laporan ini main-main.

“Saya sudah bilang ke BPKAD. Kita punya grup Whatsapp. Dinas-dinas apa yang selama ini agak lemot melaporkan, kasih tahu saya. Kalau dianggap main-main, maka saya tidak akan segan-segan mencopot kepala dinas seperti ini,” Katanya.

Lanjut Fasha, jika kepala OPD tidak mampu memacu anak buahnya membuat laporan, berarti kepala dinasnya lah yang tidak mampu.  “Kalau begitu untuk apa saya pertahankan seperti ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, belum optimalnya DAK tahun 2018 di Kota Jambi, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi, Supendi beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, ada beberapa bidang DAK fisik yang tidak terealisasi maksimal. Seperti di bidang kesehatan dan penugasan bidang irigasi yang hanya terserap 85 persen.

Dia mengatakan dari pagu anggaran sebesar Rp 19,92 miliar bidang kesehatan, hanya terserap Rp 17,01 miliar. Sementara untuk bidang irigasi, dari pagu Rp 4,41 miliar terserap sebesar Rp 3,77 miliar. “Kita harap ke depannya bisa terserap 100 persen,” kata Supendi.

Ditambahkannya, pada tahun 2019 ini Pemkot Jambi juga mendapat alokasi DAK fisik sebesar Rp 110,91 miliar. Hingga Agustus 2019 lalu, baru terealisasi sebesar Rp 26,32 miliar.

Supendi merincikan, penyaluran DAK tahun 2019. Di antaranya adalah untuk regular bidang pendidikan sebesar Rp 25,82 miliar, baru terealisasi Rp 6,45 miliar (25 persen). Bidang kesehatan Rp 4,75 miliar, realisasi Rp 1,19 miliar (25 persen). Bidang air minum Rp 2 miliar, realisasi Rp 0,5 miliar (25 persen). Perumahan dan pemukiman Rp 3,12 miliar, realisasi Rp 0,78 miliar (25 persen). Bidang pertanian Rp 1,05 miliar, realisasi Rp 0,26 miliar (25 persen). Bidang kelautan dan perikanan Rp 1,16 miliar, realisasi Rp 0,29 miliar (25 persen). Bidang jalan Rp 16,19 miiar, realisasi Rp 4,05 miliar (25 persen).

Sementara untuk DAK 2019 penugasan bidang kesehatan Rp 51,42 miliar realiasasi Rp 10,91 miliar (21,2 persen). Sanitasi Rp 3,34 miliar realisasi Rp 0,83 miliar (25 persen). Pasar Rp 1,34 miliar realisasi Rp 0,34 miliar (25 persen). Bidang LHK Rp 0,71 miliar realisasi Rp 0,71 miliar.

Kata dia, hingga saat ini rata-rata baru terealisasi sebesar 25 persen. Sejatinya memasuki bulan September ini sudah masuk pada tahap II. “Karena batasan untuk upload datanya itu pada tahap II adalah 21 Oktober. Kita tahu di akhir tahun biasanya pekerjaan menumpuk, kami harapkan bisa dipercepat. Sehingga salah satu proses lelangnya bisa dipercepat. Agar hasilnya bisa segera dinikmati masyarakat,” katanya. (Yen)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)