KOTA

Fasilitas Keberagaman dengan Persatuan Tunjukkan Jambi itu Damai

Maas | Minggu, 16 Februari 2020 - 21:11:35 WIB |

Mediajambi.com- Pertunjukan barongsai Dapat mengundang Warga kota Jambi berkumpul dilapangan Kantor Walikota Jambi, Sabtu (15/2) dalam acara  Swarna Bumi Culture and Art yang digelar pemerintah kota Jambi. 
Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini umumnya dimainkan oleh dua orang. Dengan gerakkan yang dinamis, barongsai memang menghibur. Namun mengapa pertunjukkan barongsai selalu identik dengan Imlek.
Menurut kepercayaan leluhur China, setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit.
Dari kepercayaan tersebut, maka orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.
Pertunjukan Barongsai itu juga disaksikan oleh masyarakat Jambi dari seluruh kalangan, untuk menyaksikan momentum satu tahun sekali Itu. 
Tidak hanya itu, kedatangan walikota Jambi Syarif Fasha ke lapangan kantor walikota Jambi juga di sambut dengan barongsai, dengan iringi alunan musik khas Tionghoa semakin memeriahkan acara.
Dilapangan Utama kantor walikota Jambi juga dihiasi oleh puluhan lampion berwarna merah sebagai penanda Jambi Masih memegang perbedaan lintas agama, pasalnya kegiatan ini masih dalam momentum tahun baru Imlek.
Selain menampilkan kesenian tradisional Tionghoa, beberapa kesenian tradisional Indonesia juga di tampilkan di lapangan kantor walikota pada sore hari, seperti kuda lumping, dan tari piring dari Sumatera Barat.
Wakil ketua yayasan kesejahteraan sentosa Darman Wijaya Mengatakan pihak yayasan berterima kasih atas kesetaraan yang di jaga selama ini, sehingga etnis Tionghoa bisa ditegah-tengah masyarakat.
"Mari jaga selalu kesatuan dan persatuan untuk menjunjung tinggi keberagaman, berbeda bukan berarti untuk berpisah namun berbeda membuat kita saling mengenal antar budaya, tujukan Jambi itu damai," ujarnya 
Sementara itu Walikota Jambi Syarif Fasha bahwa dirinya bahagia bisa berdiri di tengah-tengah masyarakat dan tokoh Tionghoa, tidak banyak pemerintah di Indonesia yang memberikan Fasilitas Cap Go Meh.
"Semoga kedepannya pemerintah kota Jambi bisa memfasilitasi semua suku yang ada di Jambi, baik kegiatan keagamaan maupun kegiatan tradisional," kata Walikota.
Dia menambahkan bahwa Jambi bukan milik satu suku saja, melainkan milik seluruh masyarakat Jambi baik yang mayoritas maupun minoritas. "Mari membahu membahu untuk bersinergi menjaga keberagaman agar Jambi tidak ada perbedaan, baik dari segi agama maupun etnis, buktikan bahwa kota Jambi tempat semua kalangan," akunya. 
"Semoga acara yang memupuk rasa persaudaraan semakin banyak digelar oleh pemerintah agar tidak ada terbesit adanya perbedaan antar umat beragama," tegasnya.(Yen)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)