Ekonomi

Financial Technology, Perkembangan Sistem Pembayaran Terkini

Maas | Rabu, 30 Oktober 2019 - 11:58:16 WIB |

Mediajambi.com - Financial Technology (fintech) merupakan perkembangan sistem pembayaran terkini. Pasalnya di era kemajuan teknologi pembayaran tunai mulai berkurang.  Hal ini terungkap pada seminar literasi perkembangan sistem pembayaran non tunai dan pemanfaatannya pada e-commerce, Kamis (30/10/2019) di SwissBel Hotel Jambi. 

Tampil sebagai pembicara Ian Agisti Dewi Rani dari Bukalapak dan Pandu Wirawan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi. Seminar ini dihadiri siswa SMA,  Mahasiswa,  GenBI,  Wirausaha, para jurnalis yang tergabung dalam Forweb dan beberapa instansi terkait. Kegiatan ini dibuka Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto. 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka literasi dan promosi Perpustakaan BI Jambi. Sedangkan tujuannya memberi edukasi kepada kaum milenial,  tentang transaksi non tunai dimasa depan dengan menggunakan fintech.
 
"Pembayaran non tunai terus berkembang, masyarakat bisa menggunakan kartu kredit dan debit. Cukup banyak pilihan,  sehingga transaksi tunai mulai berkurang," ucapnya. 

Dicontohkannya bukalapak, tokopedia dan lain-lainnya yang telah menggunakan sistem pembayaran non tunai.  Bahkan Pemkot Kota Jambi saat ini juga telah menyediakan transportasi publik yang pembayarannya non tunai. 

Ian Agisti Dewi Rani mengatakan di era digital sistem pembayaran non tunai juga berkembang. "Antara penjual dan pembeli lokasinya beda provinsi bahkan pulau, jadi memang tidak memungkinkan dilakukan secara tunai," ujarnya. 

Dengan aplikasi digital ini orang berlomba menggunakan internet dan berkembang pesat. Orang tak lagi membawa uang tunai untuk berbelanja. 

Pandu Irawan dari BI mengatakan Bank Indonesia (BI) terus memperkuat peran sebagai regulator di bidang sistem pembayaran di era ekonomi digital ini.
Dikatakannya BI  berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan sistem pembayaran dan memfasilitasi perkembangan ekonomi digital dan inklusi keuangan Indonesia. Memang diakuinya financial technology ini memiliki resiko. Oleh karena itu BI sebagai regulator sistem pembayaran berupaya membuat kebijakan yg seimbang untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan digital sekaligus memitigasi resikonya.(mas) 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)