RAGAM

FJPI Jambi Berbagi Kasih

Maas | Jumat, 31 Mei 2019 - 23:30:04 WIB |

Mediajambi.com - Sesekali Hamida (40) membenarkan alat bantu pendengaran ayahnya, Karim (94). Lalu dia berpaling melihat ibunya Aisah (74) yang tengah meraba raba bingkisan di depannya.  Mata Hamida menatap ayahnya yang tuli dan ibunya yang buta itu dengan tatapan penuh kasih sayang.

 Hamida adalah tiang keluarga itu, yang bekerja menjadi pemulung untuk menghidupi ayah ibunya. Meski begitu dia sangat santun.

Sebelumnya Hamida hanya mengintip dari balik pintu. Ketika  Ibunya, memanggil sembari mengangkat tangan sebagai isyarat agar Hamida mendekat, baru dia pun memberanikan diri bergabung duduk di teras bersama rombongan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jambi yang singgah membawakan sejumlah bungkusan, Rabu (29/4).

Hari itu, Fitriani Ulinda, Dewan Penasehat FJPI  didampingi Ketua FJPI Jambi Nining Antero dan Jurnalis Kompas Irma Tambunan mengunjungi keluarga berkebutuhan khusus itu untuk berbagi kebahagiaan.

Asiah dan Hamida antusias menyambut bingkisan-bingkisan  berupa perlengkapan sholat dan sejumlah uang. Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Hamida, sebab ia menyandang tunarungu dan tunawicara, namun wajahnya tampak berbinar-binar. Sedangkan, tangan Asiah sibuk meraba-raba isi bungkusan. Sang ibu kini menjadi tunanetra. Ia kehilangan penglihatan tiga tahun terakhir.

Di samping mereka, suami Asiah, Karim (74), ikut penasaran. Karim berusaha membacakan kertas yang menempel pada bingkisan. Dengan kacamata tebal, agak terbata-bata tulisan itu dibacakan. Mm..mar..ha..ban..Ya..Ra..mm..ma..dd..dhan.

Betul pak. Marhaban ya Ramadhan. Indahnya Berbagi, tambah Fitri. Untung saja Karim telah memasang alat bantu pendengaran. Percakapan di teras rumah itu lebih jelas terdengar di telinganya.

Karim, Asiah, dan Hamida adalah satu keluarga berkebutuhan khusus di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Selama puluhan tahun keluarga ini hidup dari hasil mengumpulkan barang bekas.

Nafkah satu-satunya itu semula diemban Karim sebagai kepala keluarga. Namun belakangan, kondisi fisik Karim kian melemah. Ia tak mampu lagi berjalan. Sehingga pekerjaan itu kini dilakoni Hamida.

Setiap hari Hamida menyusuri jalan dan permukiman di sekitar desa untuk mendapatkan barang-barang bekas. Seluruh barang dikumpulkan. Setelah satu pekan barulah dijualnya ke pedagang rongsok. Dalam seminggu dapatlah Rp 100.000 atau Rp 150.000, ujar Asiah menerangkan.

Beratnya kehidupan satu keluarga berkebutuhan khusus itu pun terdengar oleh para jurnalis perempuan yang tergabung dalam FJPI Jambi. Di tengah kesibukan peliputan dan pemberitaan, para jurnalis perempuan pun terketuk hatinya. Mereka ingin menolong sesama yang membutuhkan, terlebih di bulan yang suci ini.

Selain keluarga Karim, tim Berbagi Kasih FJPI juga memberi sejumlah bantuan bingkisan dan uang pada dua kakak beradik yatim piatu di Jalan Otista Rt 01 Kelurahan Talang Banjar Kota Jambi, yakni Tania (14) dan Reza (11).

Selain itu, bantuan ini juga diberikan pada janda tiga anak yang bermukim di kawasan Lingkar Barat Rt 24 Kota Jambi.

Bantuan di dua kawasan ini diberikan oleh Yusnaini, Sekretaris FJPI Jambi dan Bendahara FJPI Jambi Dona Picesika.

Ketua FJPI Jambi, Nining Antero mengatakan bantuan itu dikumpulkan dari kalangan jurnalis perempuan di Jambi. Hanya dalam sepekan, dana terkumpul Rp2 juta. Dana itu langsung disampaikan kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Nining berharap, meski tak banyak, bantuan tersebut, bisa meringankan dan membantu para penerimanya untuk memenuhi kebutuhan menghadapi Lebaran. “Semoga kepedulian seperti ini bisa berlanjut setiap tahunnya.” Ujar Nining.  (*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)