Ekonomi

Harga Bawang Putih Tembus Rp 100 Ribu Per Kilo

Maas | Jumat, 03 Mei 2019 - 17:51:00 WIB |

Mediajambi.com -  Harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Jambi terus naik dan nyaris tak terkendali. Operasi Pasar (OP) oleh Pemprov Jambi dengan harga Rp 32.000 perkilogram tidak berpengaruh. Pedagang pengecer ngotot menjual dengan harga rata-rata Rp 90.000/kg untuk bawang putih impor kating  dan Rp 100.000 perkg untuk bawang putih impor honan,  karena stok menipis.

Pedagang pengecer bawang putih yang juga penjual bumbu masak di Pasar Rakyat Angso Duo Hardianto (46) mengatakan harga komoditi bawang putih mengalami kenaikan sejak beberapa bulan belakangan. “Ini mekanisme pasar, apabila stok barang menipis secara otomatis harga naik, begitu juga sebaliknya. Pedagang membeli dengan harga tinggi tentu akan mencari untung, apalagi mengambil barang dari tangan ketiga. Sebenarnya biarlah harga tinggi yang penting stok ada dan tidak dibatasi,” ujarnya.

Dikatakannya dalam beberapa hari ini harga bawang putih impor naik rata-rata Rp 40.000/kg. Dicontohkannya harga bawang putih impor kating dua hari lalu Rp38.000/kg naik menjadi Rp60.000/kg dan saat ini mencapai 100 ribu/kg begitu juga bawang putih impor honan Rp90.000/kg sebelumnya Rp 58.000/kg. “Stok menipis, pengecer mengambil harga tinggi, kita mengandalkan bawang putih impor,” ujarnya.

Operasi pasar yang dilakukan Pemprov Jambi, tidak berpengaruh. Kupon operasi pasar yang dibagikan kepada pedagang tidak merata, banyak pedagang yang tidak mendapatkannya. Diduga ada yang bukan pedagang pengecer mendapatkan kupon. Bahkan kata dia ada pedagang yang telah memiliki kupon tidak kebagian barang. “Seharusnya pemerintah mendata pedagang yang benar-benar pengecer bawang putih,” ucapnya seraya mengatakan bawang putih satu karung sebenarnya tidak cukup untuk usaha penggilingan bumbu masak.

Selain stok bawang putih yang saat ini terbatas juga komoditi bawang merah hanya mengandalkan pasokan bawang merah dari Sumatera Barat dan bawang merah impor. Pasalnya bawang merah dari pulau Jawa dalam beberapa bulan belakangan ini tidak masuk. Informasinya terjadi kegagalan panen disentra bawang merah Brebes, akibat musim penghujan.

Harga bawang merah ditingkat pengecer berkisar Rp30.000-Rp32.000/kg. Sedangkan komoditi lain yang mengalami kenaikan menjelang ini adalah daging ayam potong. Pedagang pengecer menjual daging ayam potong berkisar Rp35.000-Rp38.000/kg.

Hal ini disebabkan tingginya permintaan konsumen karena banyak warga yang mengadakan ruahan menjelang bulan puasa.  “Harga ayam potong naik, karena permintaan tinggi dan terbatasnya pasokan. Namun kenaikan tidak seperti menjelang bulan puasa tahun lalu yang mencapai Rp45.000/kg,” ujar Hanisah (39) pedagang pengecer ayam potong di Pasar Angso Duo.

Menanggapi masalah ini Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi akan terus melakukan pemantauan harga-harga komoditi kebutuhan pokok menjelang puasa Ramadhan dan hari Raya 1440 hijriah tahun 2019. “Kita terus memantau harga kebutuhan pokok ini menjelang bulan suci ramadhan tahun ini. Jika ada kenaikan yang sangat signifikan, kita akan membahasnya bersama Tim Satgas Pangan dan mencarikan solusinya,” ujar Sekda Provinsi Jambi HM Dianto yang juga ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi ini.

Harga kebutuhan pokok seperti cabe merah, cabe keriting, bawang merah, beras dan daging yang biasanya selalu mengalami kenaikan menjelang bulan suci ramadhan, untuk saat ini masih dalam kategori stabil. Jadi menjelang bulan suci ramadhan tahun ini, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan dan tidak terjadi gejolak harga yang biasanya dikhawatirkan oleh masyarakat.

 “Jika nanti ada gejolak harga, dari pihak Bulog Jambi siap melakukan operasi pasar demi menjaga kestabilan harga, kebutuhan pokok yang telah disiapkan Bulog Jambi dalam operasi pasar adalah daging beku, beras, minyak sayur, gula dan tepung terigu,” ungkap Sekda.

Namun kata dia komoditi yang mengalami kenaikan adalah bawang putih. Pihaknya melakukan Operasi Pasar guna menstabilkan harga. “Kita tadi sudah meninjau beberapa harga kebutuhan pokok di Jambi ini relative stabil, hanya saja untuk bawang putih terjadi kekurangan pasokan untuk Jambi, tapi Pemerintah Pusat mengirimkan stok dan melakukan operasi pasar sehingga harganya berada pada kisaran 32 ribu rupiah perkilonya. Itu merupakan upaya upaya Pemerintah  dalam memberikan supply kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya masyarakat Provinsi Jambi,” jelasnya.

Operasi Pasar dilakukan untuk menstabilkan harga, menjelang Ramadhan, biasanya harga-harga kebutuhan pokok melonjak naik. Sebelum dilakukan OP harga bawang putih berkisar Rp45.000-Rp50.000/kg dan setelah dilakukan OP sejak tanggal 21 April lalu harga mulai stabil. “Memang ada pedagang yang nakal, menjual jauh diatas HET,” ucapnya.

Pedagang pengecer kata Dianto diperbolehkan membeli satu karung bawang putih seharga Rp450.000 dengan isi 15 kilogram. “Jadi kalau dijual Rp32.000 pedagang pengecer sudah dapat untung Rp2.000/kg,” tambahnya. (mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)