KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI

Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert.

Harmonisasi Panca Indera, Otak dan 11 Sistem Organ Tubuh Manusia

Maas | Jumat, 05 April 2019 - 13:56:56 WIB | dibaca: 149 pembaca

KALI ini kita membahas bagaimana 11 sistem tubuh harus seimbang. Dimana semua fungsi saling berkaitan. 11 Fungsi tubuh hanyalah sebagai effektor (executor/pelaksana) dari pesan/perintah sistem saraf pusat (otak).

Sejatinya prinsip keseimbangan /balance (bahasa kedokteran=hemostasis) ALLAH SWT sudah mendesign mekanisme sempurna. Yaitu mekanisme umpan balik. Baik berupa feedback positif maupun negatif semua berasal dari pesan awal yang diterima oleh panca indera yang telah Allah SWT ciptakan.

Potensi panca indra pertama berupa *pendengaran* secara ilmu embryogi yg lebih dulu terbentuk (tadabbur QS An Nahl 78) lalu *penglihatan*, dst.

Otak sebagai mesin penerima pesan dari panca indera yang akan mengolah semua pesan menjadi bentuk pola pikir, fungsi luhur, sumber perintah yang mengolah semua pesan2 yg diterima panca indera.

Mengingat bahwa 90% brain development berkembang pada usia dibawah 5 tahun, mengapa tidak Lembaga pendidikan PAUD sejatinya menjadi hulu pembentuk; (1) Sensasi pendengaran terbaik melalui bacaan Al Quran bahkan sejak seorang ibu mengandung. Juga mengajarkan anak untuk mendengar adzan, bahwa setiap kali selesai adzan, langsung diajak melaksanakan sholat.
(2) Untuk indera penglihatan, kenalkan anak melihat semua makhluk Allah, baik makhluk hidup atau benda mati melalui tadabbur alam mengenalkan Kebesaran Allah Ta'ala sebagai Sang Maha Pencipta dengan sifat rahman dan rahimnya ALLAH yg telah menciptakan gunung, laut, hewan, tumbuh2an, buah2an, ikan, ternak, susu, dan telur.
(3). Sensasi penciuman dari hidung mencium yang wangi. Contoh aroma-aroma terapi yang wangi, sebagaimana Rasulullah sangat menyukai  wangi-wangian. (4) Panca indera lidah, dengan mengenalkan rasa makanan yang menjadi makanan kesukaan Rasulullah yang pasti baik untuk nutrisi tubuh. Seperti madu, kurma, zaitun, susu kambing, buah2an. (5). Serta sensasi pada kulit mengenalkan suhu dingin, hangat dan sentuhan yang lembut.

Dengan demikian otak sebagai mesin pengolah data akan merekam memori yang baik, sehingga instruksinya juga akan baik kepada seluruh sistem tubuh sebagai efektor.

Dicontohkan, suatu koordinasi dari panca indera kulit, penglihatan dan sistem otot rangka. Yakni;  Seseorang yang kepanasan menerima sensasi suhu panas dari kulit, bersamaan di saat itu, sensasi penglihatan mata melihat gelas yg berisi air. Maka impuls sensasi dari kedua organ panca indera tersebut akan dihantar ke otak sebagai pusat memori yang akan meneruskannya ke efektor  sistem alat gerak tubuh (sistem otot rangka). Maka yang terjadi kemudian adalah tangan akan menyentuh gelas, dikarenakan dahulu sebelumnya otak pernah menyimpan memori peristiwa yang sama. Maka efektor sistem organ memerintah orang tersebut memegang/mengangkat gelas dengan tangan (sistem otot /alat gerak) lalu mendekatkannya ke mulut untuk meminum air di dalam gelas tersebut.

Bandingkan jika manusia tersebut tidak pernah menyimpan  memori sebelumnya yg pernah diterima oleh panca inderanya untuk peristiwa ini (misalnya suku terisolir), maka bisa jadi seseorang yang terisolir, ketika sedang kepanasan dan melihat gelas berisi air, belum tentu akan diminum, tapi barangkali gelas berisi air tersebut akan dihancurkan.

Kesimpulannya, maksimalkan potensi panca indera sejak janin dalam kandungan dan terus dioptimalkan saat lahir dan anak-anak usia dini melalui ikhtiar ayah dan ibu serta lingkungan pendidikan usia dini untuk mengenalkan semua hal-hal yang mengenalkan seorang ibu hamil kerap memaksimalkan panca inderanya berlanjut seterusnya sampai bayi telah lahir dan tumbuh menjadi generasi yang mengenal Allah SWT.

Ikhtiar ini akan mengembalikan fitrahnya yang sudah bersyahadah Rubbubiyatullah sejak dalam kandungan
QS Al Araf (7) ayat 172. "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

InsyaAllah ikhtiar ini akan menjadikan otak  berkembang baik, seiring akal sebagai keutamaan yang dimiliki manusia  akan dikawal oleh imannya, menjadikan  manusia sebagai makhluk yang ulul albab (QS Ali Imran 190-191). Generasi Rabbani yang mampu menjadi khalifah bagi dirinya sendiri, yakni mampu mengendalikan sistem organ tubuhnya secara seimbang dan harmoni. Tercapai kesehatan jasad dan ukhrawi agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik. Kelak mereka akan menjadi generasi yang berakhlakul karimah sebagaimana akhlak terbaik di muka bumi, Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah.

Bunda ME
(Meity Elvina)
Pengawal Generasi Qur'ani










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)