Ekonomi

Inflasi Muaro Bungo Tertinggi ke Dua di Sumatera

Maas | Selasa, 11 Juni 2019 - 15:00:19 WIB |

Mediajambi.com – Inflasi Kota Muara Bungo bulan Mei 2019 sebesar 1,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 136,14. Sedangkan laju inflasi tahun kalender bulan ini sebesar 2,49 persen dan laju inflasi “year on year” sebesar 4,22 persen. Tercatat tertinggi kedua dari 23 Kota di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 7 (tujuh) kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 5,73 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen; kelompok sandang sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,22 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen.

Dalam pembentukan inflasi Kota Muara Bungo sebesar 1,60 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 1,4081 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0917 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0553 persen; serta kelompok sandang sebesar 0,0241 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah jeruk, cabai merah, jengkol, nila, bawang putih, kentang, daging ayam ras, cabai rawit, semangka, dan gula pasir.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pambangunan Setda Provinsi Jambi Agus Sunaryo meminta TPID setempat menindaklajuti naiknya angka inflasi di Muaro Bungo. Masalahnya jika ditindaklanjuti maka angka inflasi tidak terkendali. Dampaknya harga kebutuhan pokok meningkat secara otomatis pengeluaran masyarakat meningkat. Sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. “Saya minta kepada pemerintah setempat menindaklanjuti masalah ini,” ucapnya.

Dia berharap hingga akhir tahun angka inflasi di Muaro Bungo jangan sampai melebihi 5 persen. Maka sector ekonomi harus mendapat perhatian, seperti ketersediaan sembako mulai dari stok yang ada pada agen hingga distribusi kepada masyarakat. “Jangan sampai terjadi kelangkaan, sehingga berpengaruh terhadap harga,” ucapnya.(mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)