Ekonomi

Inflasi Provinsi Jambi Agustus 2019 Terkendali

Maas | Jumat, 06 September 2019 - 17:28:12 WIB |

Mediajambi.com - Pada Agustus 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami deflasi 0,84% (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat deflasi sebesar 0,13% (mtm). Sehingga secara akumulasi, Provinsi Jambi mengalami deflasi sebesar 0,77% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,88% (yoy). Perkembangan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan Juli 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,44% (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Agustus), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 1,41% (ytd).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Bayu Martanto mengatakan Inflasi Provinsi Jambi pada Agustus 2019 terutama disebabkan oleh penurunan harga kelompok bahan makanan seiring dengan terjaganya pasokan di tengah penurunan permintaan. Komoditas bahan makanan yang menjadi penyumbang utama deflasi adalah daging ayam ras dan bawang merah. Turunnya harga daging ayam ras utamanya disebabkan oleh terjaganya pasokan di tengah permintaan yang tidak setinggi periode sebelumnya. Stok daging ayam ras kembali normal setelah pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H lalu sempat mengalami kekosongan akibat tingginya permintaan. Komoditas bawang merah dan sayur-sayuran juga mengalami penurunan disebabkan suplai yang terjaga seiring dengan masuknya periode panen di beberapa daerah sentra. Namun demikian, komoditas cabai merah masih terpantau mengalami kenaikan akibat masih terbatasnya pasokan.
Dikatakannya terkait deflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Agustus 2019 adalah: daging ayam ras (deflasi 20,22% mtm dengan andil 0,29%), angkutan udara (deflasi 6,92% mtm dengan andil 0,16%), dan bawang merah (deflasi 18,83% mtm dengan andil 0,13%). Menurunnya harga komoditas daging ayam ras terutama disebabkan terjaganya pasokan di tengah menurunnya permintaan. Penurunan harga daging ayam ras bulan ini disebabkan oleh kembali normalnya pasokan ayam setelah sempat berkurang hingga menjadi 40% dari kondisi normal pada awal Juli akibat libur Lebaran. Komoditas bawang merah juga mengalami penurunan seiring dengan berlangsungnya masa panen di beberapa daerah sentra. Di tengah kemarau, panen bawang merah justru meningkat karena didukung oleh beberapa faktor antara lain: (i) sinar matahari membuat bawang merah dapat tahan lebih lama; (ii) jenis bawang merah yang tahan kemarau; dan (iii) mayoritas sentra produksi bawang merah (92%) berlokasi di dataran rendah yang memiliki pengairan cukup untuk mengatasi kekeringan.
"Sejalan dengan Kota Jambi, komoditas penyumbang deflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah: daging ayam ras (deflasi 16,94% mtm dengan andil 0,25%), bawang merah (deflasi 23,69% mtm dengan andil 0,21%), dan cabai rawit (deflasi 13,92% mtm dengan andil 0,10%). Kondisi ini disebabkan oleh terjaganya pasokan di tengah penurunan konsumsi masyarakat di bulan laporan. Turunnya harga daging ayam ras disebabkan stok yang berlebih di tingkat peternak menyusul turunnya permintaan. Penurunan harga bawang merah dan cabai rawit terutama disebabkan oleh bertambahnya pasokan sejalan dengan mulai berlangsungnya masa panen terbatas di tengah kemarau," ujar Bayu dalam saiaran Pers, Jumat (6/9/2019).
Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi September 2019 diperkirakan berada pada kisaran -0,31% - 0,00% (mtm). Deflasi utamanya akan didorong oleh penurunan harga kelompok bahan makanan seiring dengan berangsur normalnya pasokan beberapa komoditas bahan makanan seperti cabai merah dan cabai rawit yang memasuki periode panen di bulan September 2019.(mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)