Olahraga

Insan Olahraga Jambi Curhat ke Komite III DPD RI

Maas | Selasa, 18 Februari 2020 - 22:51:57 WIB |

Mediajambi.com – Para insan olahraga Provinsi Jambi menyampaikan keluh kesah yang dihadapi dalam pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Jambi kepada komite III DPD RI. Hal ini terungkap pada rapat kerja  Komite III DPD RI terkait penyusunan RUU tentang perubahan UU No 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, Selasa (18/2/2020) bertempat di Auditorium Rmah Dinas Gubernur Jambi.
Ketua KONI Provinsi Jambi H Indra Armendaris misalnya menyampaikan fasilitas dan sarana olahraga di Provinsi Jambi belum memadai. Hampir seluruh fasilitas olahraga di Provinsi Jambi sudah tidak layak pakai. "Bahkan gedung KONI juga sudah tak layak lagi, khawatir jika angin kencang atap bisa terbang dan menimpa orang yang berolahraga," ujarnya.
Selanjutnya, masalah dana hibah olahraga yang tidak diserahkan langsung ke KONI dari Dispora juga akan menghambat prestasi olahraga di daerah. Kemudian masalah lain kurangnya perhatian dari BUMN maupun BUMD terhadap pengembangan olahraga di Provinsi Jambi. "Contoh Bank Jambi yang notabene perusahaan milik daerah hingga saat ini belum pernah mengucukan dana untuk pembinaan olahraga," ucapnnya.
Masalah lain yang dihadapi dalam peningkatan prestasi olahraga juga makin berkurangnya fasilitas olahraga yang ada ditengah masyarakat, dampak dari pembangunan. "Dulu di Telanaipura  ada ratusan lapangan volybal, namun kini hanya tinggal belasan saja. Tapi pembangunan fasilitas lain seperti rumah sakit dan gedung-gedung lain terus bertambah. Dampaknya masyarakat jarang berolahraga," ujar Dekan Fakultas Ilmu Keolagraaan (FIK) Unja Dr H Sukendro.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Pewosi Provinsi Jambi Ir Fitriani Ulinda, menurutnya pembinaan olahraga diusia dini tidak ada. Sehingga anak-anak usia dini jarang berolahraga berdampak pada obesitas. "Anak-anak lebih senang main game di android ketimbang berolahraga. Hal ini disebabkan tidak adanya fasilitas olahraga pemukiman masyarakat," ucapnya.
Ketua Komite III DPD RI  HM Rahman mengakui pembinaan olahrga di Indonesia terutama di daerah menghadapi berbagai persoalan dan regulasi. Itulah sebabnya Komite III DPD RI melakukan Rapat kerja ke berbagai daerah guna menyerap aspirasi dari praktisi olahraga, baik itu dari KONI, Pengurus Cabang dan Pemerintah Daerah. “Hasil pengawasan yang dilakukan Komite III merekomedasikan untuk merevisi UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional,” ujarnya.
Oleh sebab itu Komite III melakukan dialog, diskusi, kepada semua pihak  yang terlibat tentang keolahragaan. “Kami berharap dapat mendengar dan menghimpun masukan terkait perumusan inisiasi tentang RUU perubahan UU No 3 tahun 2005 tentang  sistem keolahragaan nasional,” ucapnya.
Komite III DPD RI juga melakukan kunjungan kerja pada 3 Provinsi yaitu, Provinsi Jambi, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Jawa Tengah dalam menjalankan tupoksi pada permasalahan pemuda dan olahraga, khususnya untuk menginventarisasi materi terkait penyusunan RUU tentang perubahan Undang Undang nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
“Undang Undang nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang mengatur keseluruhan aspek keolahragaan, ternyata belum mampu mencapai tujuan yang semestinya. Hasil pengawasan DPD RI atas pelaksanaan Undang Undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional yang dilakukan oleh Komite III pada Juli 2018 menemukan beberapa persoalan terkait kebijakan pembangunan keolahragaan di Indonesia, persoalan tersebut antara lain bersumber dari norma regulasi yang tidak memadai dalam menampung perkembangan kebutuhan manusia terhadap olahraga,” jelas Rakhman.
Pj Provinsi Jambi, H.Sudirman mengharapkan Rancangan Undang Undang (RUU) yang diinisiasi oleh DPD RI merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan pembangunan olahraga, khususnya Provinsi Jambi serta sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Kita semua mengharapkan, dengan adanya kunjungan dari DPD RI ini terkait materi perubahan RUU nomor 03 Tahun 2005 yang telah diinisiasi oleh DPD RI dapat memperoleh hasil yang benar benar meningkatkan pembangunan olahraga pada setiap daerah di Indonesia, khususnya Provinsi Jambi,” ujar Sudirman.
Sudirman mengungkapkan, pembangunan olahraga merupakan salah satu pilar untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh yang dapat mendukung produktivitas sumber daya manusia, serta salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia secara jasmaniah, rohaniah dan sosial.
 “Selain itu, pembangunan pada bidang keolahragaan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang olahraga. Pemerintah Provinsi Jambi juga turut mendukung pembangunan olahraga melalui RPJMD 2016-2021 yang mengamanatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamais dan berkesetaraan gender,” ungkap Sudirman.(mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)