USAHA

Kedai Kopi JUARO : Harga Kaki Lima, Kualitas Bintang Lima

Maas | Kamis, 19 September 2019 - 00:10:41 WIB |

Mediajambi.com - Sehubungan dengan peringatan hari kopi internasional 2019 di Provinsi Jambi.  Kedai kopi bermunculan, ini menandakan peminat kopi saat ini mulai berkembang pesat, bahkan sudah ada lebih dari 80 kedai. Satu diantaranya kedai kopi JUARO besutan Kadis Perindag Provinsi Jambi Ariansyah yang berlokasi di Jl HS Bachroen, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung Kota Jambi.

Kedai kopi Juaro menghadirkan kopi-kopi dari yang dihasilkan petani di Provinsi Jambi. Ada kopi Arabika, Robusta dan Liberika dengan harga-harga murah tapi berkualitas elit.Harganya kakilima tetapi rasa bintang lima.” Kita menjual semua jenis kopi Jambi dengan harga yang sangat terjangkau, baik kalangan bawah hingga atas. Harga secangkir kopi hanya Rp10.000,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, (18/9/2019) pada Grand Opening kedai Kopi Juaro.

“Kita punya barista-barista yang sudah bersertifikasi dari LSP Pro kopi Indonesia. Dia bisa menyajikan kopi yang enak. Rasa kopi 60% budidaya kopi itu ternyata di Jambi baik, 30% nya rostingnya dan 10% penyajian dari teman-teman barista. Jadi kopi kedai kopi juaro ini dihadirkan untuk seluruh masyarakat Jambi, siapapun tua muda tanpa mengenal Kasta,” bebernya.

Dikedai kopi ini tersedia WiFinya gratis, dalam waktu dekat akan buka mulai jam 10,  selama dua bulan ini buka mulai dari jam 17.00 sore sampai dengan jam 11 malam. “Nama Juaro dalam bahasa Jambi yang artinya juara, karena beberapa kali diadakan kontes kopi ditingkat nasional dan internasional selalu medapat juara,” ungkapnya.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Jambi Afani Saharudin mengungkapkan kopi yang dihasilkan petani sangat luar biasa. Provinsi sangat unik sebab memiliki semua jenis kopi, seperti Liberika di Tanjab Barat, Robusta di Merangin dan Kerinci dan Arabika terdapat di dataran tinggi Kayu Aro Kerinci. “Rasa dan kualitasnya diakui baik nasional maupun internasional. Diharapkan Provinsi Jambi dikenal dengan daerah penghasil kopi yang berkualitas tinggi,” ujarnya.

“Tumbuh dan berkembangnya kedai-kedai kopi jangan hanya jadi musiman, tapi dapat berkesinambungan. Seperti demam batu cincin beberapa waktu lalu, kini ditelan bumi. Dengan berkembangnya kedai kopi, tentunya memberi dampak positif bagi petani kopi, terutama kopi lokal. Kita ingin kopi Jambi bias dikenal seperti kopi Gayo dari Aceh, kopi Toraja dan lain-lainnya,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan ini kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Pemprov Jambi Afani Saharudin, Staf Ahli Gubernur Jambi Bastari, Perwakilan BI, pejabat Disperindag Provinsi Jambi, barista.(mas)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)