RAGAM

Kekurangan Guru dan Penyebaran Tidak Merata Potret Pendidikan di Provinsi Jambi

Maas | Rabu, 15 Mei 2019 - 06:13:08 WIB |

Mediajambi.com - Banyak guru yang enggan ditempatkan di daerah terpencil dan juga banyak guru yang berstatus PNS pensiun. Itulah potret  pendidikan di Provinsi Jambi, yang terungkap pada Diskusi Kelompok Terpunpun (DKT) mencari solusi permasalahan pendidikan melalui neraca pendidikan daerah (NPD) di Provinsi Jambi, 13-15 Mei 2019.

Dari pemaparan rumusan hasil diskusi yang terdapat di 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi permasalah utama yang dihadapi dunia pendidikan adalah kekurangan guru dan guru enggan ditempatkan di daerah terpencil. Kekurangan guru disebabkan banyaknya guru yang berstatus PNS yang pensiun. Penyebabnya karena ada moratorium PNS yang dilakukan sehingga pemerintah kabupaten merekrut guru  kontrak dan honorer. Bahkan ada seokolah yang hanya tinggal satu orang guru PNS sedangkan yang lainnya berstatus honorer.

Di kabupaten Merangin misalnya selama empat tahun ini telah merekrut lebih dari 1.500 guru kontrak yang tersebar pada 400 sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga SMP. Ini dilakukan karena banyak guru yang sudah pensiun dan tidak ada penerimaan PNS untuk guru. Hal yang sama juga terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, rata-rata setiap tahun tak kurang dari 30-40 orang guru yang memasuki usia pensiun setiap tahunnya pada setiap kabupaten/kota.

Masalah lain yakni banyak guru-guru yang telah berumur lebih dari 50 tahun belum Strata I (S1), mereka enggan untuk kuliah, sehingga tidak bisa mengikuti sertifikasi guru sebagai salah satu persyaratan. Dengan demikian masih banyak guru yang berpendidikan rendah, secara kualifikasi.

Selanjutnya diwilayah timur Provinsi Jambi yakni di Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur persoalan yang dihadapi sekolah yakni banyak gedung sekolah yang rusak akibat termakan usia. Umumnya gedung sekolah di kawasan ini terbuat dari kayu dan semi permanen.

Kemudian masih banyak siswa kurang mampu yang putus sekolah, hal ini karena kurang nendapat dukungan dari orang tua dan masyarakat, sehingga pergaulan anak jadi kurang sehat. Selain itu permasalahan lain yang terungkap nilai Ujian Nasional (UN) dan UNBK siswa menurun, bila dibandingkan tahun lalu.

Kepala Pusat Analisis dan sinkronisasi kebijakan (PASKA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hendarman mengapresiasi atas kegiatan Diskusi Kelompok Terpunpun (DKT) mencari solusi permasalahan pendidikan melalui neraca pendidikan daerah (NPD) di Provinsi Jambi. Pasalnya banyak sekali masukan yang didapat untuk bahan kajian. “Sangat luar biasa,” ujarnya.

Dikatakannya kegiatan Diskusi NPD diadakan sebagai momentum bersama untuk membangun sinergitas antara Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam mencari solusi dan berbagı praktik baik atas permasalahan dan tantangan pendidikan di Provinsi Jambi. Hendarman juga berharap NPD bisa digunakan para pemangku kepentingan pendidikan untuk ikut berpartısipasi dalam pembangunan pendidikan darn mendorong perubahan pendidikan di Provinsi Jambı ke arah yang lebih baik.

Karena menurutnya di Provinsi Jambi saat ini baru 7,4 % SD 11,7 % SMP dan 18.2 % SMA yang memenuhi standar nasional. Standar nasional tersebut dihitung secara komposit darı gabungan indikator nasional yaitu skor akreditasi sekolah, nilai UN, skor Peta Mutu Pendidikan (PMP), dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG).

Dari NPD terlihat data capaian dan tren pendidikan di Provinsı Jambı tahun 2018 terdapat 11,8 % SD 22,6 % SMP . I 1,2% SMA , dan 31 % SMK belum terakreditasi, hal tersebut menurun dibandıngkan dengan data tahun 2017. Untuk capaian nila Ujian Nasional (UN), rerata nilai UN di Provinsi Jambi tahun 2018 terlihat masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional di semua satuan pendidikan formal dan non formal. Terkait dengan siswa, pada tahun 2018 masih terdapat siswa putus sekolah dengan rincian 1.037 siswa SD, 641 siswa SMP 422 siswa SMA, dan 545 siswa SMK.(maas)

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)