KOTA

Komisi III DPRD Kota Terima Aduan Bank Sampah Kelurahan Eka Jaya

Maas | Jumat, 14 Juni 2019 - 20:25:58 WIB |

Mediajambi.com- Bank Sampah kelurahan Eka Jaya, mendatangi kantor DPRD kota Jambi. Kedatangan bank sampah kelurahan Eka Jaya tersebut untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) menyampaikan beberapa kekurangan di bank sampah kelurahan Eka Jaya. Kamis (13/6)

Disampaikan direktur utama bank sampah kelurahan Eka Jaya Widiantoro bahwa kendala yang dialaminya yakni kekurangan mesin serta lahan di Bank sampah. Sementara pihaknya sudah membangun bank sampah sejak 8 bulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah.

"Kami ingin suport dari Pemerintah berupa material seperti mesin pencacah sampah, lahan serta alat transportasi. Kalau sekarang bank Sampah  kelurahan Eka Jaya murni dari swadaya masyarakat  sekitar," katanya.

Meskipun baru beroperasi selama 8 bulan, namun pihaknya selama 3 bulan terkahir sudah menghasilkan sampah Non organik hingga 5 ton lebih. Jika dihitung perbulannya sampah nonorganik yang masuk sekitar 500 kilogram. "Kita betul-betul memilah sampahnya, karena setiap sampah harganya berbeda-beda," katanya.

Menurutnya 5 ton sampah yang sudah dijual tersebut berasal dari 20 RT yang ada di kelurahan eka Jaya. Pihaknya berharap kedatangannya ke kantor DPRD kota Jambi tahun depan bisa dianggarkan untuk kebutuhan bank sampah di kelurahan eka Jaya.

Sementara itu, ketua komisi III DPRD kota Jambi Junedi Singarimbun mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan ke DLH kota Jambi terkait kekurangan alat-alat yang dibutuhkan di bank sampah Kelurahan Eka Jaya. Karena menurutnya sesuai dengan RPJMD pemkot Jambi bahwa pemkot akan fokus dalam percepatan pembagunan bank sampah yang ada di 62 kelurahan di kota Jambi.

"Setelah kita sampaikan, mudah-murahan tahun depan sudah ada anggaran pengadaan bantuan mesin pencacah di kelurahan eka Jaya," katanya.

Dirinya berharap dengan adanya inovasi dari kelurahan eka Jaya ini bisa menjadi contoh dari kelurahan lainnya. "Sehingga tidak harus menunggu bantuan baru jalan, tapi jalan dulu baru bantuan bisa datang," katanya. (Yen)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)