PERTANIAN

Inflasi Perdesaan di Provinsi Jambi Sebesar 0,40 Persen

Maret NTP Provinsi Jambi Naik Sebesar 0,83 Persen

Maas | Rabu, 03 April 2019 - 10:04:45 WIB |

Mediajambi.com - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Jambi pada Maret 2019, NTP Provinsi Jambi naik sebesar 0,83 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 98,38 menjadi 100,21. Kenaikan NTP pada Maret 2019 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian yang naik sebesar 1,19 persen,sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,36 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan pada Maret 2019, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,74 untuk subsector Tanaman Pangan (NTPP); 90,13 untuk subsector Hortikultura (NTPH); 101,85 untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR); 99,49 untuk subsector Peternakan (NTPT) dan 105,09 untuk subsektor Perikanan (NTNP) yang terdiri dari Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 113,13 dan Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 96,42.

 Inflasi perdesaan di Provinsi Jambi tercatat sebesar 0,40 persen. Inflasi terjadi pada lima kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Bahan Makanan; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; kelompok Perumahan; kelompok Sandang serta kelompok Kesehatan.

Deflasi terjadi pada satu kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga. Ada satu kelompok konsumsi rumah tangga yang tidak mengalami perubahan harga yaitu kelompok Transportasi dan Komunikasi.

Kenaikan NTP terjadi pada dua subsektor yaitu subsektor Hortikultura yang naik sebesar 1,96 persen serta subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik sebesar 1,67 persen. Penurunan NTP terjadi pada tiga subsektor yaitu subsector Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,84 persen, subsektor Peternakan yang turun sebesar 0,47 persen serta subsektor Perikanan yang turun sebesar 1,25 persen.

Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) adalah sebesar 103,74 atau turun sebesar 0,84 persen. Pada bulan ini It turun sebesar 0,43 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,42 persen. Penurunan It dipengaruhi oleh indeks yang diterima petani padi yang turun sebesar 0,13 persen serta indeks yang diterima petani palawija yang turun sebesar 1,55 persen. Sedangkan kenaikan pada Ib dipengaruhi oleh indeks konsumsi Perkembangan Nilai Tukar Petani Maret 2019 Provinsi Jambi  rumah tangga yang naik sebesar 0,46 persen serta indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal yang naik sebesar 0,20 persen.

 

Subsektor Hortikultura (NTPH) sebesar 90,13 atau naik sebesar 1,96 persen. Pada bulan ini It naik sebesar 2,25 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,28 persen. Nilai It naik dipengaruhi oleh indeks yang diterima petani sayur-sayuran yang naik sebesar 2,12 persen serta indeks yang diterima petani buah-buahan yang naik sebesar 2,44 persen. Peningkatan Ib dipengaruhi indeks konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,32 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal yang naik sebesar 0,03 persen.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) pada Maret 2019 sebesar 101,85 atau naik sebesar 1,67 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh It yang naik sebesar 2,06 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,38 persen. Kenaikan pada Ib dipengaruhi indeks konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,38 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal yang naik sebesar 0,39 persen.

Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 99,49 atau turun sebesar 0,47 persen. Nilai It pada subsektor Peternakan turun sebesar 0,14 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,33 persen. Penurunan pada It dipengaruhi oleh indeks kelompok ternak besar yang turun sebesar 0,39 persen, indeks kelompok ternak kecil yang turun sebesar 1,41 persen serta indeks kelompok hasil ternak yang turun sebesar 0,18 persen. Kenaikan pada Ib dipengaruhi oleh indeks konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,47 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal yang naik sebesar 0,19 persen.

Subsektor Perikanan (NTNP)  sebesar 105,09 atau turun sebesar 1,25 persen. Pada bulan ini It turun sebesar 0,94 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,31 persen. Peningkatan Ib dipengaruhi oleh indeks konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,34 persen serta indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal yang naik sebesar 0,26 persen.(mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)