Ekonomi

Pemprov Jambi Adakan OP Cabe, Pengecer Protes

Maas | Jumat, 09 Agustus 2019 - 09:57:03 WIB |

Mediajambi.com – Guna menstabilkan harga cebe merah di Kota Jambi menjeleng perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jambi melakukan operasi pasar (OP), namun OP yang dilakukan Pemprov diprotes pedagagang pengecer. Pasalnya harga OP jauh lebih murah ketimbang harga pengecer.

“Harga OP cabe Rp 60.000 per kilo sedangkan modal pengecer berkisar Rp 75.000 perkilo sehingga pengecer menjual kepada konsumen seharga Rp 80.000 perkilo, turun 10.000 dari kemarin Rp90.000,” ujar seorang pedagang di Pasar Angso Duo, saat Gubernur Jambi H Fachrori Umar melakukan sidak harga Sembako, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya jika OP terus dilakukan pedagang pengecer rugi, karena tak mungkin pengecer menjual seharga yang dijual pemerintah. “Tujuan bagus, tapi disisi lain mematikan pedagang pengecer. Kami ini juga mencari nafkah untuk keluarga,” ujarnya.

Menanggapi hal ini Gubernur Jambi H Fachori Umar didampingi Sekda Provinsi Jambi HM Dianto, Kadis Perindag, Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis Tanaman Pangan, hortikultura dan peternakan mengatakan OP dilakukan untuk menstabilkan harga. “Ini dilakukan satu hari saja, jangan sampai harga tak terkendali,” ujarnya.

OP ini hanya untuk menstabilkan harga menjelang Idul Adha dan ini dilakukan secara rutin. Pihaknya juga memahami, pasokan cabe dari sentra cabe baik local maupun luar daerah juga tinggi. “Harga OP disubsidi pemerintah dengan harga ditingkat petani,” ucapnya.

Naiknya harga cabe ini disebabkan harga ditingkat petani tinggi, cabe asal pulau Jawa harga ditingkat petani mencapai Rp65.000/kg. Jadi wajar jika pedagang pengecer menjual seharga Rp80.000/kg, karena panjangnya rantai perdagangan.

Berdasarkan pantauan harga-harga komoditi yang mengalami perubahan harga di Pasar Angso Duo yaitu daging sapi lokal paha belakang mengalami kenaikan harga dari Rp.120,000 menjadi Rp.130.000 atau sebesar Rp.10.000. Daging sapi lokal khas luar (sirloin) mengalami kenaikan harga dari Rp.120,000 menjadi Rp.130.000 atau sebesar Rp.10.000, disebabkan naiknya harga sapi hidup karena banyaknya permintaan berkaitan dengan hari Raya korban.

Daging sapi lokal sanding lamur mengalami kenaikan harga dari Rp.120,000 menjadi Rp.130.000. Daging sapi lokal tetelan mengalami kenaikan harga dari Rp.100,000 menjadi Rp.110.000 atau sebesar Rp.10.000. Daging sapi lokal khas dalam (tenderloin) mengalami kenaikan harga dari Rp.120,000 menjadi Rp.130.000

Daging ayam broieler mengalami kenaikan harga dari Rp.28,000 menjadi Rp.29.000 atau sebesar Rp.1.000 disebabkan kurangnya pasokan.  Cabe merah besar mengalami penurunan harga dari Rp.85,000 menjadi Rp.75.000 atau sebesar Rp.10.000. Cabe merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp.90,000 menjadi Rp.80.000 atau sebesar Rp.10.000, disebabkan bertambahnya pasokan.

Cabe rawit hijau mengalami kenaikan harga dari Rp.60,000 menjadi Rp.64.000 atau sebesar Rp.4.000disebabkan berkurangnya pasokan.

Selanjutnya komditi daging kerbau lokal  mengalami kenaikan harga dari Rp.125,000 menjadi Rp.135.000 atau sebesar Rp.10.000, disebabkan naiknya harga kerbau hidup karena banyaknya permintaan berkaitan dengan hari Raya korban.(mas)

 

 

  










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)