Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Triwulan III Melambat

Maas | Rabu, 06 November 2019 - 09:24:23 WIB |

Mediajambi.com - Perekonomian Provinsi Jambi berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2019 mencapai Rp 54.441,4 miliar, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 37.503,1 miliar dan tumbuh 4,31 persen (y-on-y).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan triwulan III ini tetap tumbuh namun melambat dibandingkan triwulan ke II yakni 4,73 persen.  "Triwulan III tetap tumbuh tapi melambat. Buktinya antara triwulan II dan III tumbuh 1,35 persen Jika dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Dadang usai rilis di kantor BPS Provinsi Jambi, Selasa (5/11/2019).
Hal tersebut, kata Dadang dipengaruhi oleh beberapa faktor fenomena. Seperti Terjadinya kekeringan yang melanda sentra produksi pangan di Jambi menimbulkan puso atau gagal panen padi. Kemudian musim kemarau 2019 berdampak pada penurunan produksi tanaman pangan, produksi tanaman hortikultura dan produksi perikanan.
"Musim kemarau kering yang terjadi di triwulan ini berdampak pada produksi kelapa sawit, penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan atau jamur pestalotiosis menyebabkan penurunan produksi karet. Selain itu dipertambangan migas mengalami sedikit kontraksi pada laporan akibat menurunnya produksi minyak mentah, sedangkan produksi gas masih tumbuh positif, dan akhir libur tahun ajaran baru, serta libur keagamaan hari raya idul Adha," paparnya.
Selanjutnya, Dadang menyebut dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai dari Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh 10,43 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 37,61 persen.
Untuk ekonomi Provinsi Jambi triwulan III-2019 meningkat sebesar 1,35 persen secara (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas 6,66 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkatkan signifikan sebesar 22,73 persen.
"Kemarau serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berefek pada tingginya pemakaian listrik untuk pendingin ruang dan lainnya. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi kategori pengadaan listrik dan gas (6,66 persen)," jelas Dadang.
Sedangkan ekonomi Provinsi Jambi triwulan III-2019 (c-to-c), disampaikannya tumbuh 4,54 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapanagn usaha dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 8,50 persen. Sementara dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh komponen PK-P yang tumbuh sebesar 22,54 persen.
Dadang mengatakan, dalam struktur perekonomian Sumatera secara spasi pada triwulan III-2019 masih didominasi oleh Provinsi lumbung energi. Tiga Provinsi dengan share terbesar adalah Sumatera Utara dengan share sebesar 23,44 persen, Provinsi Riau sebesar 21,92 persen, dan Sumatera Selatan sebesar 13,55 persen. "Untuk Provinsi Jambi bila dilihat dari distribusinya terhadap PDRB Sumatera berada pada peringkat ketujuh, yaitu sebesar 6,34 persen," bebernya.
Ditanyakan perkiraan hasil di triwulan IV mendatang, menurut Dadang jika dilihat dari sisi indeks tendensi konsumen cenderung naik sekitar 108. "Sehingganya optimis untuk triwulan IV secara perekonomian dilihat dari variabel pendapatan persepsinya mengalami peningkatan. Mudah-mudahan tidak ada kejadian yang mempengaruhi di akhir tahun ini," tandasnya.(mas)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)