PERTANIAN

Safrial Terima Rombongan Field Trip Hari Kopi Internasional

Maas | Kamis, 03 Oktober 2019 - 22:28:27 WIB |

Mediajambi.com - Bupati Tanjabar, H Syafrial  mengatakan budidaya kopi Liberika Tungkal Komposit (Liberatokum)  berikut industri hilirnya terus dikembangkan.  Ekspor kopi hanya dilakukan dalam bentuk barang jadi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. "Selama ini biji kopi Liberika dijual ke Malaysia, sekarang harus diproses dan dikemas dengan baik agar memberikan nilai tambah bagi masyatakat," jelasnya ketika menerima kunjungan rombongan Field Trip Hari Kopi Internasional ke V/2019 di rumah dinas bupati Kuala Tungkal, Kamis (3/10/2019).  
Ikut dalam rombongan Dirjen Perkebunan diwakili Direktur Pengolahan Hasil Perkebunan, Supriyanto, pengurus Dewan Kopi Pusat dan daerah, para penggiat kopi dari bebrapa provinsi,  jajaran pejabat di lingkungan Dinas Perkebunan dan Disperindag Provinsi Jambi. 
Dikatakan Safrial, bantuan yang diberikan pemkab secara berkala berupa kucuran dana pembibitan, pemeliharaan, fasilitas panen dan pasca panen hingga pengemasan. Petri China, perusahaan migas yang beroperasi di kawasan itu juga embantu dalam bentuk perlatan pasca panen dan pembinaan petani.
Kopi Liberika Tungkal Komposit (Liberatokum)  tumbuh di lahan gambut dan memiliki luas kebun kurang lebih 2.676 hektar, tersebar di enam Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Produksinya mencapai 1.384 ton kopi beras pertahun, dan dibudidayakan oleh sekitar 2.341 petani. "Rata-rata tanaman kopi yang ada sudah berumur tua dan hanya bisa tumbuh diantara tanaman pinang," paparnya. 
Diakuinya, dulu kopi ini tidak dilirik, karena rasanya yang tidak enak. "Karena proses roastingnya tradisional sekali, hanya digoreng dikuali. Beda dengan teknologi sekarang, membuat rasanya sangat nikmat," paparnya. 
Dia mengaku bangga karena kopi ini sudah disukai dan dijadikan minuman resmi di perusahaan migas di Jakarta. "Dulu saya saja tidak mau minumnya karena bau aeang, sekarang enak karena teknologi," paparnya. 
Selain jenis Liberika, kopi robusta juga bisa tumbuh di Tanjabar. "Pohon kopi robusta banyak ditebang dan diganti petani dengan kelapa sawit karena petani kurang tertarik mengembangkannya," ungkapnya. Kedepan dia berharap kopi jenis robusta juga bisa dikembangkan disana. (lin)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)