RAGAM

Umat Hindu Kota Jambi Gelar Upacara Melasti

Maas | Jumat, 08 Maret 2019 - 07:31:56 WIB |

Mediajambi.com- Pada hari raya Nyepi,  Umat Hindu di Kota Jambi menggelar  upacara Melasti. Kegiatan ini menjadi rangkaian upacara Hari raya Nyepi yang dilaksanakan di Pura giri Indra lokha Pal X Kota Baru pada Kamis (7/3).

Dimana upacara Melasti ini bertujuan untuk membersihkan segala kotoran, pikiran, serta memohon air suci kehidupan.

Yang mana satu hari sebelum melaksanakan upacara Melasti Umat Hindu mempersiapkan segala keperluan. Seperti menyiapkan beberapa sesajian persembahan (jejaritan). Jejaritan ini dihias menggunakan janur kuning yang berisi makanan-makanan, buah-buatan, roti dan lainnya.

Selain buah-buahan yang disusun, ada juga uang kertas yang disusun untuk proses upacara Melasti. Pada prosesi Melasti masing-masing umat Hindu membawa jejaritan untuk dipersembahkan. Saat prosesi Melasti berlangsung, umat Hindu mengelilingi pura sebanyak tiga kali sekaligus membersihkan pura dan membersihkan diri dengan percikan air yang sudah disiapkan.

Menurut iPutu Suratman , humas Hindu kanwil  kemenag provinsi Jambi bahwa wanita yang sedang datang bulan sedang tidak suci. Sehingga tidak boleh masuk ke pura, dan mengikuti prosesi keagamaan.

" Namun bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk masuk kedalam pura. Apalagi mengikuti prosesi perayaan Nyepi," jelasnya.

"Kalau tidak bisa tahun ini, tahun depan saat tidak datang bulan baru boleh mengikuti prosesi perayaan Nyepi," katanya.

Setelah prosesi Melasti Selesai, beberapa jejaritan tersebut dibakar. seperti uang kertas dan susunan janur kuningnya. Tapi untuk makanan dan buah-buahan bisa dimakan dan dibagi-bagikan.

Keesokan harinya umat Hindu masih akan melaksanakan tiga prosesi perayaan Nyepi. Diantaranya pecah Ruah, Tawur Kesangka, dan puasa selama 24 Jam.

Tawur Kesanga yakni Prinsip pada tahapan ini yakni penyelarasan dari lima unsur alam dan diri manusia. Nyepi yakni Menyepi diibaratkan bagaikan kepompong yang mengisolasi diri. Tahapan ini merupakan kegiatan utama nyepi yang intinya merupakan renungan, evaluasi,  serta intropeksi diri.

Nyepi dilaksanakan dengan melakukan empat disiplin kehidupan yakni mengendalikan amarah (Amati Geni), menghindari kegiatan fisik (Amati Karya), menghindari bepergian (Amati Lelungaan) dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

"Misalnya tidak boleh melakukan aktifitas seperti bersenang-senang, main handphone, nonton TV dan lainnya. Kita hanya merenungi dan mengevaluasi diri," katanya.

Setelah itu baru umat  melaksanakan Ngembak Geni. Tahapan ini Merupakan tahapan akhir yakni berkomunikasi dengan para pihak masyarakat sekitar dengan jalan memohon maaf (Simakrama) yang dilandasi rada tulus ikhlas Tahapan ini dilakukan sehari setelah nyepi yakni pada Jumat (8/3).(yen)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)