Batik Tulis Wak Yu Tembus Pasar Mancanegara

By Maas, SH 17 Okt 2020, 13:05:32 WIB USAHA
Batik Tulis Wak Yu Tembus Pasar Mancanegara

Mediajambi.com - Kecintaan terhadap batik, membuat Rts Nuryani (53) biasa disapa Wak Yu, mahir menguasai beragam corak batik khas Jambi.  Produknya batik tulisnya dengan merek dagang An Nisa kini tak hanya dikenal di tingkat lokal bahkan telah menembus pasar mancanegara. Dia merupakan perajin batik rumahan yang kreatif.

“Saya merintis dan menggeluti usaha batik mulai dari nol tahun 2000 lalu, karena sejak kecil tinggal dilingkungan pembatik yakni di Kelurahan Tanjung Raden, Kota Seberang Jambi. Belajar membatik secara otodidak dari para tetangga,” ujarnya saat disambangi dikediamannya, di RT 20, Kelurahan Payo Silincah, Kecamatan Pall Merah Kota Jambi, Sabtu (17/10/2020).

 Wanita kelahiran Tanjung Raden 23 Februari 1966  mengaku mendalami pembuatan batik di Kampung Tengah tak jauh dari tempat tinggalnya dulu. Istri tercinta dari Junaidi, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN)  golongan 1/C dengan jabatan Tamudi Ambulance Timkeslap di Denkesyah Jambi ini mengawali usaha batik dengan modal Rp 500 ribu rupiah.

Merek Dagang An Nisa diambil dari nama panggilan puteri kesayangannya Hairunnisa.  Ibu dari Hairunnisa dan Rahmat Mutaqin ini mempunyai prestasi luar biasa. Beberapa kali telah mengikuti kegiatan lokal, nasional hingga internasional. “Sejak tahun 2008 sering mengikuti berbagai pelatihan, workshop, dan seminar,” ucap ibu dua anak ini.

Adapun pelatihan yang pernah diikutinya antara lain Motivasi dan Manajeman Usaha Mitra Binaan (2008), Pelatihan Membatik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi (2010), Diklat Pewarnaan Dan Desain Batik Jambi (2011), Desain Membatik dari Dinas Provinsi Jambi (2015), Be Kraft Digital Entrepeneurship (2018), Workshop Penyiapan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif (2018), Seminar Kembangkan Potensi Usaha Batik Melalui Bisnis Online (2018), dan  Pelatihan Pengembangan Desain Batik Binaan PLN UPDK Jambi (2019). Pada tanggal 3 Mei 2019, mengikuti pameran Indonesia Creative, Product Festival di Kuala Lumpur, Malaysia. “Dari pengalaman tersebut saya sering di minta untuk mengajar ibu-ibu PKK pada pelatihan membatik,” ungkapnya.

Tahun 2018 Wak Yu menerima bantuan Coorperate Social Responsibility (CSR) dari PLN UPDK Jambi karena lolos survei pada program tanggung jawab sosial perusahaan di sekitar ULPL Payo selincah. Kepedulian Wak Yu pada pelestarian Budaya Jambi patutlah di apresiasi. Ia menggerakkan para tetangga dan rekan-rekannya yang berminat belajar membatik dengan menjadikan mereka karyawan pada industri batik rumahan An Nisa.

Dikatakannya, berkembangnya usaha batik ini tak terlepas dari dukungan suami tercinta dan anak-anak. Mereka selalu memotivasi Wak Yu yang sangat mencintai batik. Lewat usaha batiknya, perekonomian keluarga sangat terbantu. “Bapak tak segan-segan membantu pada proses pembuatan batik. Begitu juga dengan, Hairunnisa, yang saat ini telah bekerja sebagai tenaga administrasi di Rumah Sakit Dr. Bratanata, juga sangat tertarik pada budaya membatik. Jika akhir pekan,  kami sekeluarga membatik bersama,” ucapnya.

Dijelaskanya, proses pembuatan batik tidaklah mudah, sebelum memulai proses, alat-alat membatik seperti canting, cap tembaga, lilin batik, dan kain perlu disiapkan.  Proses pembatikan dimulai dari mordant agar warna dapat terserap dengan baik, menganji kain, mengepres kain, menggambar pola, melapisi, mencanting tahap pertama, melanjutkan proses mencanting di sisi belakang kain, proses pencelupan warna pertama, pencelupan warna kedua, melepaskan lilin batik dari kain ke dalam air mendidih, mencuci, dan menjemur batik.

Wak Yu menguasai banyak ragam corak batik khas Jambi seperti ragam corak Tagapo, Bungo Cengkeh, Duren Pecah, Tabur Bengkok, Bungo Melati, Bungo Anjung, Bungo Melati, Kapal Sanggat, Jangkar, Pucuk Rebung, Merak Ngeram, Tampuk Manggis, Biji Timun, Bungo Kaca Piring, Bungo Antelas, dan banyak lagi corak batik lainnya. Hingga sekarang, Wakyu Yu terus menambah jumlah ragam corak batik.

Pemasaran batik tulis An Nisa buatan tidak hanya dipasarkan di Kota Jambi tetapi sampai ke Kabupaten lain bahkan ada juga pesanan dari luar negeri. Dari hobi membatik ini, Wak Yu mendapat banyak pengalaman baik suka maupun duka seperti  penjualan batik sepi, barang menumpuk. Banyaknya batik printing dipasaran, berimbas pada penurunan harga batik. Ini merupakan duka bagi Wak Yu. Meskipun demikian, keikutsertaannya sampai ke event Internasional mampu menghilangkan kesedihannya.

Dari Wak Yu, kita belajar bahwa ketekunan, kesabaran, dan bakat itu harus selalu dilaksanakan dalam hidup ini.(***)

 



Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh