Bicik Ajarkan Tata Rias Pengantin Jambi Sambil Beramal

By Maas, SH 26 Mar 2021, 07:25:37 WIB USAHA
Bicik Ajarkan Tata Rias Pengantin Jambi Sambil Beramal

Keterangan Gambar : Bicik Ajarkan Tata Rias Pengantin Jambi Sambil Beramal


BICIK (61) dengan penuh kesabaran menularkan ilmu tata rias pengantin kepada anak anak didiknya yang memiliki keterbatasan fisik. Nurul (26), meski tanpa kedua tangan, diajarkan cara merias menggunakan kedua kakinya. 

Zahwa (25) seorang tuna rungu, dan dua orang lainnya yang memiliki kekurangan fisik dengan sabar dilatihnya. 

Pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan  Tata Rias Pengantin ini tengah  membina 16 orang calon penata rias pengantin adat Jambi. 

"Saya tidak membeda bedakan perlakuan terhadap mereka, hanya saja perlu kesabaran untuk mengajarkannya," kata Bicik yang memiliki nama asli Masturah ketika ditemui Media Jambi.com di tempat usahanya di Broni Jambi, Kamis (25/3).
 
Bagi Bicik dan suaminya, Pakcik lembaga kursus ini adalah lahan ibadah. Bagi mereka yang tidak mampu, bisa belajar secara gratis. 

"Saya tidak menetapkan harga tinggi, disesuaikan saja dengan kondisi murid," kata perias pengantin adat Jambi ini. Karena apa yang mereka dapat dan mereka bisa berusaha dengan ilmunya, menjadi amal jariyah untuknya. Dia juga mengajar dengan ikhlas sehingga semua murid bisa menangkap pelajaran dengan baik. "Saya sangat berharap Nurul dan teman temannya bisa membuka usaha dan lapangan kerja dengan ilmu ini," katanya.

Kebersamaan, kekeluargaan dan saling membantu menjadi kunci menjalankan usahanya. "Murid saya bahkan ada yang protes, karena uang kursusnya tak seberapa tapi di kasih makanan juga disini," ujarnya. "Mereka merasa senang karena keluar dari sini, gemuk, makan terus," katanya sembari tertawa lebar.  
Meski santai dan penuh rasa kebersamaan, para murid tetap belajar dengan serius. Mereka keluar mengantongi sertifikat untuk bisa membuka usaha sendiri.

Laode seorang siswa mengaku Bicik tidak hanya memberi ilmu merias tapi juga mengajarkan sikap solidaritas, kebersamaan dan pentingnya memiliki ilmu agama. Mereka dibekali ilmu dasar merias, mulai dari facial, mentreat wajah calon pengantin hingga meriasnya.
Silvi warga Sarolangun tamatan UIN Jakarta juga belajar disana. Dia mendapat informasi tentang lembaga kursus ini dari mulut ke mulut. "Dan saya senang belajar disini dari kelas reguler saya nyambung karena Bicik baik," katanya. Dia berminat belajar karena senang merias orang dan berharap bisa membuka usaha sendiri. (Lin)