Gerai Seroja 49, Solusi Usaha di Masa Pandemi COVID-19

By Maas, SH 17 Nov 2020, 14:41:22 WIB USAHA
Gerai Seroja 49, Solusi Usaha di Masa Pandemi COVID-19

Keterangan Gambar : Gerai Seroja 49 memberi peluang usaha bagi ibu-ibu untuk menjual aneka kue maupun makanan kecil lainnya di masa pandemi Covid-19


RIBUAN orang menganggur dan tak memilki penghasilan dampak dari pandemi Covid-19. Perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sebagian merumahkan karyawannya. Bahkan data BPS menunjukkan telah terjadi penambahan orang miskin baru selama pandemi di Kota Jambi.

Itulah yang melatarbelakangi berdirinya Gerai Seroja 49 yang beralamat di RT49, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Jambi. "Awalnya ada 20 orang ibu-ibu warga Rt 49 ini menghadap saya. Mereka minta persetujuan membuka gerai makanan ringan," ujar Ketua RT 49 Kelurahan Kenali Asam Bawah H Suparyono, Selasa (17/11/2020).

Gayung bersambut, permintaan ibu-ibu itu langsung disetujui dan memberi pinjaman sebagai modal awal. Dengan modal awal itu dibelikan berbagai jenis cemilan berupa sale pisang, keripik tempe, kacang tojin dan aneka cemilan lainnya. Selain itu juga gerai ini menerima titipan dari warga dengan sistem bagi untung.

Nampaknya semangat ibu-ibu ini dimasa pandemi membuahkan hasil. Hal ini terbukti sejak berdiri dua bulan lalu kini telah memiliki keuntungan yang lumayan. Pasalnya ibu-ibu yang tergabung adalah sebagian dari karyawan perusahaan yang di PHK.  "Mereka memiliki keterampilan, tapi tak punya modal," ujar Suparyono.

Kini kata dia gerai Seroja 49 ini telah berkembang pesat. Selain menerima kue kering dan basah juga menyediakan sambal sebagai lauk untuk makan. "Aneka jenis lauk yang disediakan berupaya gulai jengkol, sambal tempe dan lain-lainnya. Ini cocok bagi yang lagi malas masak, dibandrol dengan harga Rp8.000/porsi," ujarnya.

Kemudian teknis penjagaan dilakukan secara bergilir. Mereka kelihatannya sangat bersemangat dan antusias. "Saya yakin gerai ini akan berkembang dan dalam waktu dekat akan mengurus izin ke Dinas Perindag Kota Jambi agar memiliki legalitas," ungkap Suparyono yang menjabat sebagai ketua Rt untuk kedua kalinya.

Dengan adaya legalitas dia berencana membentuk koperasi. Jadi diharapkan semua warga yang menganggur dapat terlibat dan sacara otomatis akan mendapat penghasilan. "Rt 49 yang baru terbentuk empat tahun silam namun memiliki banyak prestasi. Seperti juara umum kampung bantar tingkat Kota Jambi, juara umum kampung bersinar 2019, juara poskamling se Kota Jambi dan banyak lagi yang lainnya," ungkapnya.

Dikatakannya di Rt 49 ini sejak pandemi Covvid-19 sampai saat ini belum ada warga yang terpapar. "Alhamdulillah sampai saat ini belum ada warga saya yang terpapar dan mudah-mudahan hingg berakhir pandemi ini tidak tidak ada yang terpapar," ucapnya.

Menurutnya, jauh sebelum pandemi warga Rt 49 sudah disiplin mejaga kebersihan. Seperti mencuci tangan sebelum masuk rumah. Karena disetiap rumah yang ada di Rt ini sudah ada tempat cuci tangan. "Program cuci tangan sebelum masuk rumah telah berlangsung sejak tahun 2018 lalu. Saat itu kita menjadi juara kampung Bantar tingkat Kota Jambi dan kebiasaan itu telah mengakar ditengah masyarakat," jelasnnya.

Pada masa pandemi ini, kata Suparyono guna mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan. "Penyemprotan dilakukan seminggu sekali secara rutin sejak musim  pandemi," ungkapnya.

"Kita telah membentuk satgas Covid-19 tingkat Rt, merekalah yang bertugas melakukan penyemprotan disimpektan. Bila ada warga yang datang atau ada tamu yang berasal dari luar kota akan dilakukan pengecekan," ucapnya.

Karena meurutnya bila ada satu saja warga yang terpapar, maka dipastikan satu keluarga terkonfirmasi. "Saya menghimbau kepada seluruh warga agar mematuhj protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Keluar rumah pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan tidak berkerumun," ungkapnya lagi.

Megawati (33) pengurus gerai Seroja 49 sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengelola gerai. "Karena selama gerai ini dibuka telah ada keuntungan. Ini artinya membuka peluang untuk usaha," jelasnya.

Menurutnya selain menjual cemilan, juga ada lauk makan dengan harga yang sangat terjangkau. "Kita terima aneka kue yang dibuat ibu-ibu warga Rt49. Dan nampaknya dengan adanya gerai ini juga memberi peluang kepada ibu-ibu untuk berkreasi membuat aneka macam kue, dengan sistem bagi untung," ucapnya.

Dia yakin usaha ini sangat menjanjikan untuk kedepannya. Untuk itu Mega mengajak warga lain untuk bergabung membesarkan gerai. Apalgi saat pandemi Covid-19 ini banyak sekali warga yang kehilangan pekerjaan. Secara otomati juga tidak memiliki penghasilan. "Kita mengajak ibu-ibu yang menganggur untuk bergabung," ucapnya lagi.  (maas)