Haryanto Teteskan Air Mata Setiap Makamkan Korban Covid-19

By Maas, SH 18 Nov 2020, 06:29:07 WIB HUKRIM
Haryanto Teteskan Air Mata Setiap Makamkan Korban Covid-19

Keterangan Gambar : Proses pemakaman korban Covid-19


Ada rasa sedih yang mendalam, ketika memakamkan pasien Covid-19. Terbayang seandainya itu keluarga sendiri yang dimakamkan, tanpa didampingi, sangatlah berat.

Kalimat itu meluncur dari mulut Ipda Haryanto, anggota Polri yang bertugas di Kasubnit III Pam Obvit Sat Sabara Polresta Jambi yang menjadi relawan Covid-19 di Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Berbincang santai dengan Mediajambi.com, Haryanto mengaku menjadi  relawan Covid 19 atas kehendak dan kemauan sendiri. Dirinya bergabung dengan Gugus Tugas Covid-19 di Kota Jambi, yang berada di Damkar Kota Jambi.

“Saya menjadi relawan Covid-19, bertugas memandikan dan menguburkan pasien covid yang meninggal,” katanya Senin (16/11/2020).

Haryanto mengaku telah menangani tiga pasien PDP yang meninggal dunia. "Ini pengalaman baru dalam hidup saya. Ada juga perasaan takut menjadi orang terdepan, dan bersentuhan langsung dengan pasien covid yang meninggal dunia," katanya.

Untuk menjadi relawan Covid-19 ini, dirinya juga mulai di jauhi oleh teman-temannya. Pasalnya penularan yang sangat cepat dan bisa membunuh orang lain. Tak hanya itu, dirinya juga terpaksa menjauhkan diri dari anak dan istrinya sendiri.

“Sebenarnya istri saya sangat melarang dan mencegah untuk menjadi relawan Covid-19. Namun saya siap untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat, hati saya tergugah,” tambahnya.

Dikatakan Haryanto ayah dari  Dzikra Salvina Asy Shanty ini, usai  memandikan, mengkafani, dan menguburkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut, dirinya harus menjauhkan diri dari anak dan istri. Hal itu dilakukanny selama tiga hari berturut-turut. Dia tak mau niat baiknya berbahaya bagi dirinya sendiri.

“Saya tidur sendiri, dan saya tak mau bergabung dengan anak istri, untuk sementara waktu,” sebutnya.

Suami dari Marliyah itu selalu melakukan tes rapid setelah usai memakamkan pasien yang meninggal. Selama tiga kali bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, dirinya belum pernah dinyatakan postif.

“Saya yakin saja, yang penting kita tetap olahraga, jaga kesehatan tubuh, dan antisipasi perlu kita lakukan,” tandasnya.

Baginya hidup dimuka bumi  tak sendiri dan tak hanya  sekedar hidup saja. "Kita juga harus memiliki jiwa sosial dan sikap toleransi kepada semua orang," tandasnya. Sikap tolong-menolong kepada sesama untuk saling membantu, juga harus tertanam di dalam diri, meski berdampak negatif dalam diri sendiri. (yen