Komisi IV DPRD Kota Pangil OPD Lingkungan Pemkot

By Maas, SH 16 Jul 2020, 06:54:24 WIB KOTA
Komisi IV DPRD Kota Pangil OPD Lingkungan Pemkot

Mediajambi.com  – Sejumlah OPD lingkungan Pemkot Jambi, dipanggil Komisi IV DPRD Kota Jambi, Rabu (15/7) kemarin, dalam agenda Rapat Dengan Pendapat (RDP). Seperti di antaranya Dinsos Kota Jambi, Disdik Kota Jambi, Dinkes Kota Jambi, DPMPPA Kota Jambi serta Balai Kemensos RI, Camat Pasar dan Camat Kotabaru.

Pemanggilan ini dilakukan karena belakangan ini, Kota Jambi menjadi viral di kancah nasional, perihal puluhan pasangan di bawah umur yang diamankan di hotel beberapa waktu lalu.

Sayangnya RDP tersebut digelar secara tertutup. Maria Magdalena yang turut memimpin RDP tersebut menyebutkan, dari hasil RDP apa yang diberitakan tersebut tidak sesuai dengan faktanya.

“Di sana kan disebutkan puluhan anak SMP. Sementara tadi kita RDP, mereka yang terjaring ini putus sekolah di tingkat SMP. Bukan masih sekolah, dan tidak ada yang berusia di bawah 17 tahun,” ungkapnya saat ditemuai di ruang fraksi PDI-P DPRD Kota Jambi, Rabu (15/7).

Hanya saja memang diakui Maria, saat ini pihaknya masih menunggu data lengkap perihal puluhan remaja yang terjaring razia oleh pihak Kecamatan Pasar dan TNI-Polri beberapa waktu lalu. “Kebetulan tadi masih mereka siapkan datanya. Jadi belum dapat diberikan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Maria berharap agar OPD terkait dapat saling berkoordinasi untuk mengentaskan permasalahan ini. Mengenai kewenangan pihak hotel, Maria berkata akan kembali didiskusikan bersama Komisi I DPRD Kota Jambi.

“Contoh Disdik, menginstruksikan sekolah agar selalu melakukan razia hp. Selain itu keterangan Dinsos dan Balai Kemensos tadi (kemarin,red) kebanyakan yang terjaring razia memiliki masalah internal keluarga. Kita harapkan kedepan ini tidak akan terjadi lagi,” tukasnya.

Terpisah Sekdis Sosial Kota Jambi, Hasya Yanto mengungkapkan bahwa beberapa anak yang terjaring razia pekat ini, diketahui memiliki latar belakang broken home dan putus sekolah.

“Saat ini masih ada 4 orang anak yang dititipkan di Dinsos. Dari hasil pemeriksaan, mereka memang mempunyai masalah internal keluarga. Seperti broken home dan putus sekolah,” jelasnya.

Hasyanto menjelaskan bahwa saat ini proses penyelidikan kasus ini sedang dilakukan dan sedang didalami bagaimana anak-anak yang masih di bawah umur bisa masuk ke dalam hotel tanpa menunjukkan KTP.

“Dari hearing itu, kedepan akan diminta perketat pengawasan salahs atunya razia pekat. Jika terbukti hotel mengizinkan anak di bawah umur maka akan disanksi penutupan dan penarikan izin usaha saat itu juga. Tapi itu masih akan dibahas lagi oleh OPD terkait,” tandasnya. (Yen)