Madrasah Ibtidaiyah Al Istiqomah Butuh Bantuan Bangunan Lapuk Nyaris

By Maas, SH 01 Nov 2021, 06:28:45 WIB KOTA
Madrasah Ibtidaiyah Al Istiqomah Butuh Bantuan Bangunan Lapuk Nyaris

Keterangan Gambar : Bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Istiqomah Wali`itidal di RT 02 Kelurahan Rajawali Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, rusak parah.


 Mediajambi.com – Bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Istiqomah Wali`itidal di RT 02 Kelurahan Rajawali Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, rusak parah. Lantai dan dinding bangunan berbentuk panggung itu, sudah lapuk dan banyak yang patah, begitupun dek bangunan sudah berjatuhan. Sejak dibangun tahun 2008 lalu, sempat sekali direhab tahun 2015 namun hingga kini belum pernah diperbaiki. Kondisi itu membahayakan  murid yang setiap hari belajar disana.

Pantauan Media Jambi.com Kamis (21/10/2021) ada sekitar 50 orang anak anak yang belajar dan mereka merupakan warga setempat yang kebanyakan orang tuanya kurang mampu. Setiap hari, proses belajar dimulai pukul 14.30 Wib hingga 16.30 Wib, diakhiri sholat berjemaah. Anak anak itu mendapat pelajaran dasar agama Islam, tentang akhlak, bahasa Arab, Al Qur'an dan hadis.

Mereka dibagi dalam empat kelas belajar didalam bangunan terbuat dari kayu. Lantai bangunan yang juga dari kayu, disana sini terlihat lapuk dan banyak yang patah. Bangku dan meja tempat belajar juga banyak yang rusak.

Seorang anak, hari itu terlihat menangis karena satu sandalnya jatuh saat dia berlari akan masuk ke kelas. Salmadi, Kepala Sekolah, terpaksa harus membantu mengambilkannya. Dan sang guru sibuk memperingati anak anak supaya tidak berlari, karena lantainya yang sudah lapuk.

“Beginiah kondisinya, sudah rusak dimana mana. Saya khawatir terhadap keselamatan anak anak, lantainya lapuk, sangat berbahaya,” kata Salmadi.

Mereka sudah pernah mengajukan permohonan bantuan untuk rehap ke Kantor Gubernur Jambi tahun 2019 lalu, namun tidak ditanggapi. “Sejak tahun 2015 lalu sampai sekarang belum pernah direhab lagi. Kalau ada perbaikan itu berdasarkan bantuan para donator saja,” katanya.

Untuk operasional sehari hari, nyaris tidak ada. Para guru sebanyak 5 orang, yang sudah mengabdi belasan tahun disana juga bekerja sukerala saja. “Ada bantuan untuk guru Rp 150.000 perbulan dari Pemkot Jambi, tapi dibayarnya empat bulan sekali. Sementara biaya transportasi saja tidak cukup,” papar Madi. Sumbangan dari para orang tua untuk biaya SPP atau mereka namakan infaq sedekah, hanya sebesar Rp 15.000 perorang perbulan. “Tapi tidak semua yang membayar karena tidak mampu,” katanya. Uang zakat para murid lalu dibagikan untuk transportasi para guru, yang sebagian besar bermukim jauh dari madrasah. Ada yang tinggal di sesberang kota Jambi. 

Menurut Salmadi banyak masyarakat yang ingin menitipkan anaknya belajar disana namun mundur karena khawatir melihat kondisi bangunan madrasah.

Masyarakat di sekitar madrasah sangat berharap ada perhatian pemerintah untuk merehabnya. "Disinilah anak anak sejak usia dini diajarkan agama, akhlak dan mengenal Al Qur'an. Pendidikan agama ini penting buat bekal mereka, ditengah degradasi moral yang melanda saat ini," papar Ny Hj Yanthi Yusefa, warga setempat yang prihatin melihat kondisi madrasah tersebut. Dia berharap Pemkot Jambi maupun Pemprov Janbi membantu lembaga lembaga semacam madrasah tersebut untuk memiliki fasilitas yng lebih memadai untuk membantu pembinaan umat. (Lin)