Pandemi COVID-19 Momentum Penting untuk Menegaskan Peran Penting Perawat

By Maas, SH 18 Mar 2021, 18:44:34 WIB DAERAH
Pandemi COVID-19 Momentum Penting untuk Menegaskan Peran Penting Perawat

Keterangan Gambar : Pandemi COVID-19 Momentum Penting untuk Menegaskan Peran Penting Perawat


Mediajambi.com - Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Peran dan kinerja para tenaga kesehatan diuji sebagai garda  depan dalam penanganan COVID-19 di seluruh pelosok Indonesia. Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang mengabdikan hidup dan ilmunya dalam penanganan  wabah ini. Dengan segala risiko terpapar COVID-19, perawat di Indonesia tetap menjunjung tinggi sumpah dan etika profesinya untuk mengutamakan kondisi kesehatan pasien, dibanding kepentingan pribadi, bahkan keluarga.

Peringatan Hari Perawat Nasional pada 17 Maret 2021 menjadi momen yang menandai peran penting perawat Indonesia, khususnya dalam menangani pandemi COVID-19 yang masih  berlangsung hingga saat ini.

Ketua Umum Persatuan Perawat  Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah, menyampaikan, selama pandemi COVID-19, sudah 274  perawat yang meninggal dunia, dan lebih dari 15 ribu perawat di Indonesia terkena COVID-19. Tentu ini bukanlah angka yang sedikit. “Pemantauan dan pendataan terus kami lakukan untuk mendapatkan data yang lebih valid dari lapangan,” ucapnya.

Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19 pada Januari lalu, dimana tenaga kesehatan dan juga perawat menjadi salah satu prioritas pertama penerima vaksinasi COVID-19. “Setelah dilakukan vaksinasi untuk para perawat dan tenaga kesehatan, kami mulai menerima laporan dari para anggota yang bertugas di rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lainnya bahwa rekan-rekan perawat dan nakes yang tertular COVID-19 semakin berkurang jumlahnya. Perawat yang bertugas di lapangan dapat semakin fokus bertugas karena merasa terlindungi dengan vaksinasi ini,” seru Harif.

Masa pandemi ini juga menjadi momentum penting untuk menegaskan peran kunci dari perawat sebagai figur yang paling dekat dengan pasien. “Tanpa perawat dan petugas kesehatan lainnya, korban dari pandemi bisa lebih besar. Perawat memiliki peran penting dalam upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Selain melakukan perawatan, juga dapat membantu penemuan kasus yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Dalam konteks pandemi, perawat memiliki peran besar dalam proses 3T (Testing, Tracing, Treatment),” jelas Harif.

Harif juga menyampaikan, saat ini, Indonesia memiliki lebih dari satu juta perawat. Dalam jajaran tenaga kesehatan, perawat memiliki sebaran yang paling luas hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk kualitas sumber daya manusia sendiri, perawat Indonesia tidak  kalah bersaing dengan perawat dari luar. “Jepang merupakan salah satu negara yang  mengimpor perawat dari Indonesia. Ini merupakan bukti kualitas perawat kita di mata dunia internasional,” ujar beliau.

Sebagai organisasi profesi, PPNI juga secara terus-menerus melakukan advokasi terkait dengan standardisasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan profesi perawat. Beberapa diantaranya dengan mendorong adanya revitalisasi fungsi perawat di Puskesmas dan adanya Perawat Desa. “Dengan perawat yang kompeten, berkualitas, dan sejahtera maka fungsi preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia bisa semakin maksimal,” tutup Harif.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi  mengatakan, perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki peran sangat penting dalam penanganan pandemi COVID-19. Di tengah keletihan, kekhawatiran dan resiko yang  sangat besar terpapar virus COVID-19, mereka harus senantiasa bertugas bersama setiap  menitnya dalam melayani pasien dan memberikan semangat agar pasien dapat terus berjuang melawan penyakit. Ini tentu saja bukanlah hal yang mudah dan kami, atas nama  pemerintah, mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan jasa yang tak terhingga dari seluruh perawat di Indonesia.

Ditambahkan sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih kami, pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan, termasuk perawat, untuk menjadi penerima vaksin COVID-19 agar mereka dapat lebih aman dalam bekerja dan tetap dapat melindungi keluarganya. “Hingga saat ini, sudah lebih dari 1,4 juta tenaga kesehatan yang memperoleh vaksinasi COVID-19 dosis 1 dan 1,2 juta yang menerima vaksinasi dosis 2. Kami mencatat adanya penurunan angka tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan ini merupakan berita baik untuk kita semua,” tutupnya. (editor maas)