Pemkot Kerjasama dengan Srilangka Soal Penanganan Sampah

By Maas, SH 16 Jul 2020, 06:38:42 WIB KOTA
Pemkot Kerjasama dengan Srilangka Soal Penanganan Sampah

Difasilitasi Lembaga PBB UN Habitat

Mediajambi.com-  Persoalan penanganan sampah di Kota Jambi terus menjadi atensi. Setelah berupaya mengurangi sampah plastik dengan melarang penggunaan kantong plastik di ritel dan pasar modern, kini Walikaota Jambi Syarif Fasha mengajak UN Habitat (United Nation Human Settlements Programme) memperbaharui teknologi pengelolaan sampah di Kota Jambi.

Pada Rabu, (15/7) di Aula Griya Mayang dilaksanakan Virtual Signing Ceremony MoU, Wise Waste City Campaign Antara Kota Jambi dengan Kota Ratnapura Srilangka, Difasilitasi oleh UN Habitat. Pada kesempatan itu, Pemkot Jambi melaksanakan kerjasama (mutual agreement) antara UN Habitat (PBB) dan Kota Srilanka dalam hal Waste Wise City (WWC)/Kota unggulan dalam pengelolaan sampah. Kota Jambi menginisiasi menjadi changemaker atau pelopor di Indonesia, untuk pengelolaan sampah yang modern.

"Ada 20 kota di dunia yang di fasilitasi oleh UN Habitat dalam hal pengelolaan managemen penanganan sampah yang dilaksanakan masing-masing kota ini. Kebetulan dari 20 kota ini, Kota Jambi disandingkan dengan Kota Ratnapura, Sri Langka. Dimana nantinya bisa sama- sama melihat bagaimana terkait dengan penanganan manajemen persampahan, mulai dari sumber sampah yaitu baik dari rumah tangga dan lain sebagainya. Bagaimana sampah ada yang diolah itu menjadi waste to energy, maupun sampah yang diolah menjadi barang jadi yang bermanfaat. Ada juga sampah-sampah yang dijadikan kompos dan lain sebagainya. Jadi penanganan-penanganan inilah yang akan menjadi role model nanti dalam penanganan sampah di dunia ini," ujar Walikota Jambi Syarif Fasha.

Fasha menambahkan, kemudian juga UN Habitat juga memfasilitasi untuk bantuan-bantuan fasilitas terkait dengan 20 kota di dunia ini nantinya. Ia berharap kota Jambi akan banyak mendapatkan bantuan terkait dengan edukasi penanganan sampah dan juga bantuan-bantuan. Baik peralatan dan sarana lainnya yang di bantu oleh UN Habitat nantinya. Selain itu juga fasilitas-fasilitas dalam pengembangan sumber daya manusia, terkait dengan sanitasi dan lain sebagainya.

"Seperti kita direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan sanitary landfill, selain itu kita juga direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan ada mobil pengangkut sampah.  Sehingga mobil-mobil ini nanti kalau mengangkat sampah misalnya muatan 30 kubik tadinya dilakukan oleh enam mobil, tapi ini  bisa dilakukan oleh satu mobil. Karena mobil ini mampu melakukan  pengepresan dari 30 kubik bisa menjadi 5 kubik. "Ini salah satu rekomendasi bantuan dari UN habitat," katanya. 

Sementara itu, Fasha juga menambahkan bahwa awalnya kota Jambi yang hanya memiliki TPA  yang bersifat  semi sanitary landfill  akan tetapi berkat bantuan dari Bank Pembangunan Jerman kota Jambi  sudah membangun sistem pengelolaan sampah  full sanitary landfill. Hal itu adalah hasil salah satu rekom dari organisasi-organisasi PBB di dunia terkait dengan penanganan sampah dan lingkungan. Salah satunya adalah UN Habitat yang merupakan lembaga PBB untuk perbaikan kondisi perumahan, dan perkotaan, serta urbanisasi dunia. (Yen)