Razia Kartu Vaksin Covid 19, Warga Divaksin Ditempat

By Maas, SH 24 Okt 2021, 18:05:16 WIB KOTA
Razia Kartu Vaksin Covid 19, Warga  Divaksin Ditempat

Keterangan Gambar : Razia Kartu Vaksin Covid 19, Warga Divaksin Ditempat


Mediajambi.com - Terjebak razia Kartu vaksin di jalan menuju kawasan kuliner Taman Tanggo Rajo, Sabtu malam (23/10/2021) puluhan orang divaksin di tempat. Mereka tidak bisa memperlihatkan kartu vaksin Covid 1 atau tanda sudah divaksi di aplikasi Peduli Lindung.

Pantauan Mediajambi.com, pengendara motor yang lewat di Jalan Sultan Taha Kota Jambi, terkejut karena adanya razia dadakan. Setiap motor yang lewat diminta menunjukkan Kartu vaksin dan aplikasi Peduli Lindungi. Mereka yang bisa menunjukkan dua syarat itu diziinkan terus berjalan, namun yang tidak digiring menuju pos tempat vaksinasi. Aksi vaksinasi door stop malam itu, menjaring cukup banyak peserta.

"Maaf tolong stop sebentar. Sudah divaksin," tanya petugas. Ketika si pengendara bisa menunjukkan kartu, petugas mempersilahkan terus masuk ek kawasan kuliner Ancol atau ke arah rumah dinas Gubernur Jambi. Petugas gabungan itu terlihat berjaga ketat, merupakan aparat kepolisian dari Polda dan Polresta Jambi, Polisi Militer, dan Satpol PP Kota Jambi. Sejumlah petugas juga dilengkapi dengan senjata. Mereka berjaga di beberapa titik tidak hanya si kawasab Ancol Jambi juga di Tugu Keris dan Kawasan Jalan Soemantri Brojonegoro, Sipin, Jambi.

Tidak sedikit pengguna jalan yang memutar balik kendaraannya, dan ada pula yang berusaha menerobos, namun gagal. "Wah apa apaan ini, kok malam malam divaksin," ujar seorang pengendara berusaha kabur. Dia beralasan belum divaksin karena tidak lolos screning kesehatan.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan razia Kartu vaksin dan vaksinasi door stop itu dilakukan untuk  mewujudkan herd immunity komunal di masyarakat. Dia meminta maaf apabila aktivitas terganggu saat menikmati malam minggu.

 "Ya, kita menggelar razia vaksin atau door stop kepada masyarakat yang  berada di titik- titik keramaian, jadi kami mohon maaf bila ada yang terganggu," ujarnya.(Lin)




Loading....