Suci Mahayanti Ceritakan Pengalaman Jadi Pasien Covid -19 Tertular dari Keluarga

By Maas, SH 30 Des 2020, 13:17:05 WIB RAGAM
Suci Mahayanti Ceritakan Pengalaman Jadi Pasien Covid -19 Tertular dari Keluarga

Keterangan Gambar : Suci Mahayanti


SIAPAPUN bisa terserang Covid-19, tidak hanya Gubernur, Walikota, Ustadz, namun wartawan juga bisa terpapar Covid -19 jika lalai dengan protokol kesehatan 3M. 

"Walau fisik kita kuat, dan tidak bergejala apa- apa, tapi saat pulang ke rumah bisa menularkan kepada keluarga kita. Bahayanya jika keluarga kita tidak kuat dan mempunyai penyakit penyerta," jelas Suci.

Walau selama ini telah mendengar himbauan agar mematuhi  Prokes Covid-19, namun tetap bisa terkena Covid-19. Namun Suci tetap kena Covid-19, itu pun dia tertular dari klaster keluarga

"Awalnya saya mengetahui jika  terkena Covid-19, saat itu tanggal 13 September 2020 ada peryataan dari Walikota Jambi SY Fasha yang mengumumkan bahwa ia positif Covid, karena sebelumnya saya pernah kontak dekat pak Wali, lalu di putuskan oleh Humas Kota Jambi, saya dan teman wartawan lainnya melakukan Uji Swab pada tanggal 16 September, tiga hari setelah itu hasil Uji Swab keluar, dari 9 wartawan itu hanya saya sendiri yang positif, pihak dinas kesehatan heran,  mengapa hanya saya sendiri yang positif sedangkan yang lain Alhamdulillah hasilnya negatif semua," ucapnya. 

"Setelah dinyatakan positif lalu sorenya saya dengan mengendarai motor pergi ke Rumah Sakit Abdul Manap untuk dilakukan Isolasi, saya tak mau di jemput pakai mobil ambulan yang petugasnya datang dengan pakai pakaian APD lengkap, takut keluarga saya di kucilkan oleh para tetangga sekitar," jelas Suci.

Setelah dinyatakan positif Covid-19,lalu keluarga  di lakukan uji swab. "Teryata dari hasil uji swab keluarga yang positif ayah dan adik saya lelaki positif, namun ibu dan adik perempuan  negatif, akhirnya mereka di isolasi dirumah sakit yang sama dengan saya," ungkapnya. 

"Gejala yang saya rasakan selama itu,  sering batuk-batuk dan kepala suka  pusing, sebelumnya saya anggap itu hanya masuk angin biasa, karena sering kena hujan jika saat liputan, tapi teryata itu merupakan gejala Covid-19 yang selama ini saya sepelekan," ujar Suci.

Diceitakannya selama diisolasi di RS, awal perawatan diinfus serta diberikan obat penurun panas serta vitamin, lalu  juga berjemur setiap pagi, dua jam dari pukul 09.00 hingga 10.00 wib.

Saat disambangi mediajambi.com, Selasa (29/12/2020),  setelah lima Minggu  diisolasi, 3 kali di Uji Swab setelah dinyatakan negatif dua hari setelah hasil keluar  di bolehkan pulang.

"Oleh karena itu saya ingatkan, patuhilah protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker,  mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak). Pakai masker dapat mengurangi 70 persen risiko  tertular Covid-19. Jangan sekali- kali menurunkan masker, jika ada teman yang ngajak ngobrol tidak memakai masker maka jangan dilayani," jelasnya.

"Kita harus tetap jaga jarak, minimal 1,5 meter, terus mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta pakai masker, saat ini pakai masker sudah kewajiban kita jika ingin keluar rumah," tegasnya. (yen)