Teng !!! Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua Dimulai

By Maas, SH 16 Feb 2021, 11:54:57 WIB DAERAH
Teng !!! Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua Dimulai

Keterangan Gambar : Prioritas vaksinasi tahap kedua adalah kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga rentan tertular dan menularkan virus COVID-19.


Mediajambi.com –Vaksinasi  COVID-19 tahap pertama   yang  menyasar  pada  tenaga kesehatan  sudah  mencapai  lebih  dari  70  persen  dan  belum  ditemukan  Kejadian  Ikutan  Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.  Kini, pemerintah pemerintah segera memulai vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang akan diberikan kepada Petugas Pelayanan Publik serta kelompok masyarakat lanjut usia usia 60 tahun ke atas.

Plt  Direktur  Jenderal  Pencegahan  dan  Pengendalian  Penyakit (P2P),  Kementerian  Kesehatan Maxi  Rein  Rondonuwu,  mengungkapkan  program  vaksinasi  tahap  kedua  ini  akan berlangsung mulai minggu ketiga Februari 2021 dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021. “Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai lebih dari 38 juta orang terdiri dari 21 juta lansia dan hampir 17 juta petugas pelayanan publik,” ujarnya.

Kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan tertular dan menularkan virus COVID-19. Di tahap kedua ini, guru termasuk prioritas demi membantu murid-murid yang tidak dapat belajar virtual karena sejumlah keterbatasan. Kemudian jajaran TNI dan Polri, serta petugas keamanan karena memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan proses tracing untuk menurunkan laju  penyebaran  COVID-19. 

Selain  itu,  pemerintah  juga  memprioritaskan  petugas  transportasi publik dan pedagang pasar.Menandai dimulainya pelaksanaan tahap kedua ini, vaksinasi akan diberikan kepada pedagang pasar yang akan berlangsung di Pasar Tanah Abang pada Rabu, 17 Februari 2021. “Dalam tahap awal  ini,  vaksinasi  akan  berlangsung  selama  enam  hari  dan  menargetkan  55.000  orang pedagang pasar di Tanah Abang,” ungkapnya.

Dalam  rangka  percepatan  vaksinasi  COVID-19,  selain  pendekatan  kewilayahan,  pemberian vaksin  juga  dengan  dilakukan  dengan  pendekatan  klaster  dengan  memperhatikan  zona-zona risiko.

Juru  Bicara  Vaksinasi  COVID-19  Kementerian  Kesehatan,  Siti  Nadia  Tarmizi mengungkapkan bila vaksinasi di Pasar Tanah Abang adalah salah salah satu contohnya.“Pemerintah  melakukan  intervensi  pada  pedagang  pasar  tanpa  memperhatikan  kedudukan tempat  tinggalnya  atau  kewilayahannya.  Semua  langsung  dikelompokan  dalam  klaster  pasar karena sebagian besar aktivitasnya ada di pasar tersebut,” jelasnya.

Lebih  lanjut  dijelaskan  Maxi  Rein  Rondonuwu, pentahapan  dan  penetapan  kelompok  prioritas penerima  vaksin  dilakukan  dengan  memperhatikan  Roadmap  Organisasi  Kesehatan  Dunia  (WHO)  Strategic  Advisory  Group  of  Experts  on  Immunization  (SAGE)  serta  kajian  dari  Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Vaksinasi  memiliki  manfaat  yang  jauh  lebih  besar  ketimbang  risiko  yang  ditimbulkan.  Namun perlu diingat bahwa meskipun telah divaksinasi harus tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan  3M  (Mencuci  tangan,  Memakai  masker,  dan  Menjaga  jarak).  “Meskipun  telah divaksinasi, kemungkinan kita akan terpapar oleh virus COVID-19 akan masih ada, namun reaksi dan gejalanya tidak akan parah. Dengan melaksanakan protokol kesehatan, kita juga membantu mencegah penularan virus COVID-19,” tutup Maxi Rein Rondonuwu.(editor maas)