Vaksinasi Massal Awak Media, Bersama Melindungi Bangsa

By Maas, SH 25 Feb 2021, 14:00:10 WIB RAGAM
Vaksinasi Massal Awak Media, Bersama Melindungi Bangsa

Keterangan Gambar : Vaksinasi diharapkan memberikan perlindungan bagi awak media yang berada di lapangan dan menurunkan laju penyebaran virus COVID-19


Mediajambi.com - Prioritas program nasional vaksinasi COVID-19 tahap kedua meliputi insan-insan yang bersinggungan langsung dengan khalayak luas dalam pelayanan publik di berbagai sektor. Presiden Joko Widodo, ketika Hari Pers  Nasional (HPN) pada 9 Februari 2021 menegaskan wartawan dinilai menjadi salah satu pelayan  publik yang patut mendapat prioritas vaksin COVID-19.

Sebagai implementasinya, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dewan Pers melaksanakan vaksinasi massal untuk awak media yang dilaksanakan pada 25-27 Februari 2021, di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta dengan target 5.512 awak media yang berada di wilayah DKI Jakarta.

“Vaksinasi diharapkan memberikan perlindungan bagi awak media yang berada di lapangan dan sering berinteraksi dengan masyarakat. Selanjutnya akan berjalan di provinsi lain sehingga seluruh insan pers di Indonesia semua segera mendapatkan vaksinasi,” ujar Presiden Joko Widodo yang didampingi didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate,

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Dewan Pers M Nuh saat meninjau jalannya vaksinasi massal awal pers pada Kamis, 25 Februari. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan selama pandemi ini, insan pers tetap bekerja dan berada di garis terdepan dalam mengabarkan setiap perkembangan situasi dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. ”Ketika para awak media terlindungi lewat vaksinasi, maka dapat menurunkan laju penyebaran virus, mengurangi beban rumah sakit, serta membantu tenaga kesehatan,” jelas Menkominfo.

Prosedur pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk para awak media ini tetap mengacu pada standar pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan. Setelah divaksinasi, tiap awak media diwajibkan menunggu selama 30 menit untuk evaluasi dan investigasi reaksi atau gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sehingga kalau ada gejala KIPI akan segera tertangani secara medis dengan tepat.

Manfaat vaksinasi jauh lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan. Namun perlu diingat bahwa meskipun telah divaksinasi harus tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. “Meskipun telah disuntik vaksin, masih ada kemungkinan terpapar oleh virus COVID-19, namun reaksi dan gejalanya tidak parah. Dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, kita ikut andil dalam membantu mencegah penularan virus COVID-19,” pesan Menteri Johnny G Plate.

Penanggung Jawab HPN 2021/Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S. Depari, Selasa (23/2) secara terpisah mengatakan, pihaknya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

“Kami juga senang, pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara kami meminta Bapak Presiden menambah 5.000 insan pers untuk divaksin,” kata Atal.

Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin Covid-19.  Dalam pelaksanaan vaksinasi hari pertama berlangsung lancar dan tertib. Semua peserta dipersilakan duduk di kursi yang sudah disediakan.

    Para peserta dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja. Para penerima vaksin dipanggil secara bergelombang sesuai tempat mereka mendaftar, yakni di 10 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

 Ke-10 konstituen Dewan Pers adalah  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).(***)