Asa Mencetak Juara Melalui Momentum HAORNAS

By Maas, S.H 20 Sep 2022, 20:20:36 WIB Olahraga
Asa Mencetak Juara Melalui Momentum HAORNAS

Keterangan Gambar : Nopriansyah, SST, MSi (Statistisi BPS Provinsi Jambi)


Mediajambi.com - Pada tanggal 9 September setiap tahunnya bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Olahraga Nasional atau Haornas. Penetapan Haornas ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1985.

Menurut sejarahnya, tanggal 9 september bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) I yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah. Pembukaan PON pada saat itu jatuh pada tanggal 9 September 1948, yang sampai saat ini selalu kita peringati sebagai Haornas.

Peringatan Haornas pada tahun ini mengusung tema “Bersama Cetak Juara”. Tema ini mengandung arti pembinaan olahraga yang dilakukan oleh Pemerintah salah satu tujuannya adalah untuk mencetak Juara atau prestasi. Target optimisnya Indonesia dapat bersuara pada pentas dunia, yang tertinggi pada level olimpiade.

Baca Lainnya :

Sebelum membahas lebih lanjut tentang olahraga prestasi, terlebih dahulu kita lihat kebiasaan masyarakat terutama Jambi akan olahraga. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk Jambi umur 5 tahun ke atas yang berolahraga pada tahun 2021 sekitar 24,40 persen. Persentase ini lebih rendah bila dibandingkan dengan kebiasaan berolahraga penduduk Indonesia pada umumnya yang mencapai 27,14 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2018 angkanya juga mengalami penurunan. Diketahui di tahun 2018 angkanya mencapai 32,23 persen.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia termasuk Jambi sejak tahun 2020, membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah. Sekolah-sekolah ditutup, tempat usaha, mal, pasar, perkantoran dan tempat-tempat olahraga pun ditutup. Akibatnya banyak penduduk yang menghadapi hambatan ketika akan berkegiatan di luar rumah, termasuk berolahraga.

Dari data BPS juga diketahui mayoritas penduduk Jambi berolahraga hanya sehari dalam seminggu, persentasenya mencapai 47,42 dengan durasi yang tidak terlalu lama sekitar 30 menit atau kurang pada setiap minggunya. Tiga besar jenis olahraga yang sering dilakukan oleh penduduk Jambi yaitu senam, lari/jalan dan sepakbola/futsal. 

Penduduk Jambi yang berolahraga melalui wadah khusus perkumpulan olahraga juga hanya baru 15,93 persen. Mayoritas berolahraga sendiri-sendiri (39,56 persen), berolahraga di sekolah (35,65 persen), tempat kerja (1,14 persen) dan wadah-wadah lainnya.

Mayoritas penduduk Jambi berolahraga dengan tujuan untuk menjaga kesehatan (47,43 persen), karena kurikulum sekolah (30,82 persen), karena hobi (19,94 persen), sedangkan untuk prestasi hanya 0,90 persen, sedikit lebih tinggi dari angka nasional yang hanya 0,78 persen.

Kembali ke tema besar Haornas tahun ini yaitu bersama cetak juara, maka rendahnya motivasi penduduk untuk berprestasi di bidang olahraga perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi kalau prestasi olahraga sudah menjadi agenda nasional. Sebagai catatan lagu kebangsaan Indonesia raya tidak akan berkumandang di negara lain, selain karena ada kunjungan kerja kepala negara tetapi juga karena ada duta olahraga yang berprestasi.

Sudah barang tentu menjadi kebanggaan suatu bangsa dan negara ketika ada anak bangsa yang dapat mengharumkan nama di kancah internasional. Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa motivasi penduduk rendah untuk berprestasi atau menjadikan olahraga sebagai profesinya, pertama pendapatan dari olahraga yang tidak menjanjikan. Banyak pengorbanan yang harus diberikan oleh seorang atlit ketika dia memutuskan untuk fokus berolahraga. Kadang kala banyak yang tidak melanjutkan pendidikan, sehingga untuk berkarya di pekerjaan formal akan sangat sulit.

Kedua sarana dan prasarana yang masih minim. Mungkin cuma cabang badminton dan sepakbola saja yang fasilitas ada dimana-mana, sampai ke pelosok desa. Tapi untuk cabang olahraga yang lain masih sangat sedikit bahkan di ibukota provinsi juga masih ada yang tidak ada fasilitasnya. Sebagai contoh sepatu roda, banyak tim sepatu roda yang harus berlatih di Jalan perumahan, parkiran kantor atau halaman kantor gubernur dan ini sangat tidak memadai.

Ketiga anggaran pembinaan atlit yang kecil. Biasanya semakin berprestasi suatu cabang olahraga maka akan semakin tinggi anggaran yang disalurkan. Padahal tidak mesti harus seperti itu, karena untuk mencetak atlit yang berprestasi apalagi cabor yang tidak populer butuh anggaran yang tidak sedikit. 

Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah khususnya Provinsi Jambi perlu melakukan langkah-langkah perbaikan. Pertama mengikutkan tim-tim olahraga di Jambi dalam liga profesional. Untuk di awal bisa didanai oleh pemerintah, tapi untuk kedepannya ketika tim sudah memiliki sponsor, sedikit-sedikit peran pemerintah semakin dikurangi. Di dalam liga profesional, kesejahteraan atlit akan semakin baik.

Kedua adanya turnamen rutin untuk setiap cabang olahraga. Mental atlit akan tertempa dengan baik ketika banyak turnamen yang dia ikuti. Turnamen bisa saja diadakan untuk skala lokal, skala nasional atau bahkan sampai level internasional.

Ketiga Pemprov Jambi perlu mengajak pihak swasta Jambi untuk berperan banyak pada sponsorship tim-tim olahraga di Jambi. Termasuk di dalamnya pembinaan pada cabang olahraga. Setiap perusahaan swasta diminta untuk menjadi orang tua asuh dari cabor yang ada, dan usahakan tidak tumpang tindih agar sponsor terbagi rata pada setiap cabor.

Keempat pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Tidak dapat dipungkiri, prestasi atlit sangat ditunjang dengan fasilitas. Atlit akan sangat nyaman berlatih ketika fasilitas yang digunakan lengkap dan memenuhi standar.

Tidak ada atlit yang lahir tanpa adanya pembinaan, perlu peranan semua pihak untuk menaikkan prestasi olahraga Jambi. Pemerintah, pihak swasta, organisasi olahraga, klub-klub olahraga harus bersinergi untuk satu tujuan yaitu mencetak juara. Semoga Jambi selalu menjadi provinsi terdepan dalam prestasi olahraga. Salam.(***)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment