Cabor Gulat Hanya Dapat 3 Tiket ke PON XX/Papua

By Maas, SH 24 Jun 2021, 09:46:54 WIB Olahraga
Cabor Gulat Hanya Dapat 3 Tiket ke PON XX/Papua

Keterangan Gambar : Cabor Gulat Hanya Dapat 3 Tiket ke PON XX/Papua


Mediajambi.com - Harapan gulat menyamai raihan medali seperti di PON XIX/2019 di Jawa Barat lalu bakal berat. Pasalnya raihan 1 emas dan 5 perunggu bakal menjadi target nyaris mustahil. Hal ini disebabkan KONI hanya memberikan tiket hanya untuk 3 pegulat.

Pelatih kepala PGSI Pengprov Jambi, Ardiman, mengatakan  dari 6 pegulat yang lolos PON XX/2021 di Papua, KONI hanya memberikan SK untuk 3 pegulat. Sementara 3 lainnya terpaksa tidak berangkat. Ketiga pegulat yang masuk SK pemberangkatan adalah Indri Sukma Ningsih di  kelas 76 kg gaya bebas putri, M Risky Akbar kelas 64 gaya bebas putra dan Tri Jaya Kusuma 120 kg gaya bebas putra.

"Ketiganya memang lolos karena mendapat medali. Indri perunggu, Risky Akbar perunggu dan Tri Jaya Kusuma mendapat perak,"katanya. Tapi lanjutnya ketiga pegulat lainnya yang gagal berangkat bukan tidak berpeluang.

Ketiga pegulat yang gagal berangkat adalah Susilawati kelas 57 kg bebas yang lolos peringkat 5 dan Silvia Wulandari kelas 68 kg gaya bebas yang lolos di peringkat 5 untuk putri. Sedangkan di bagian putra ada Agung Satria kelas 77 gaya grego putra yang lolos peringkat di 5 nasional.

"Kami pelatih tentu juga punya perhitungan tersendiri. Target di cabor bela diri dan full body contact seperti ini biasanya memang hanya bisa dipatok saat di venue,"terang mantan pelatih timnas gulat putri  SEA Games ini. Artinya, meski lolos peringkat, peluang mendapat medali masih sangat terbuka.

Dia pun mencontohkan Edi Wibowo. Pegulat yang sekarang menjadi asisten pelatihnya ini bahkan di dua PON terakhir berhasil menyumbang 1 emas dan 1 perak. "Padahal dia hanya lolos peringkat,"tegasnya.

Ardiman pun berharap nama yang tiga orang itu ditimbulkan kembali. "Supaya mereka berlatih dan ada izin,"tuturnya.

"Jika dikurangi tiga orang maka peluang mendapatkan medali lebih kecil. Apalagi minimal menyamai raihan PON XIX/Jabar 2016,"sambungnya.

Hingga saat ini, yang terpusat latihan hanya dua atlet. Sedangkan satunya masih dalam masa pendidikan polisi dan akan keluar (pendidikan) sekitar bulan Agustus mendatang. Setelah itu, akan mengikuti latihan juga dengan teman yg lain agar bisa mengikuti PON.

Ardiman mengungkapkan latihan untuk menghadapi PON sudah berjalan sekitar 78 persen. Namun persiapan ini tetap ada kendala karena jika dipaksa latihan pagi sore  tanpa adanya asupan gizi yang seimbang antara masuk dan keluar, aka latihan tidak bisa optimal 100 persen. "Apabila saat latihan denyut nadi atlet sudah  160 - 180, langsuang saya anjurkan mereka istirahat,"katanya. (mas)